MUARO JAMBI — Pelatihan berbasis kompetensi bidang pengelasan welder 3G bagi 20 warga Kumpeh Ulu itu dirancang menyasar keterampilan teknis yang langsung dipakai di lapangan. Peserta mendapat porsi teori dan praktik pengelasan posisi vertikal sesuai standar pelatihan.
Program digelar lewat kolaborasi Pertamina EP Jambi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Muaro Jambi. Kerja sama diawali penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara kedua pihak sebagai landasan penyelenggaraan pelatihan.
Peserta berasal dari Desa Lopak Alai, Desa Kasang Lopak Alai, Desa Kota Karang, dan Desa Kasang Kota Karang. Keempat desa berada di Kecamatan Kumpeh Ulu, kawasan yang masuk lingkar wilayah operasi Pertamina EP Jambi.
Posisi pengelasan 3G dipilih karena termasuk kompetensi teknis yang banyak dicari sektor industri. Keterampilan ini menuntut penguasaan teknik sambungan logam pada posisi vertikal, bukan sekadar las datar.
Bagi peserta, penguasaan keterampilan pengelasan menjadi modal awal meningkatkan daya saing. Akses ke pekerjaan tetap menuntut pemenuhan standar kompetensi, pengalaman praktik, dan persyaratan keselamatan kerja yang berlaku di masing-masing sektor industri.
Manager Pertamina EP Jambi Field Kurniawan Triyo Widodo menyebut peningkatan kompetensi masyarakat sebagai bagian komitmen perusahaan menghadirkan manfaat berkelanjutan di sekitar wilayah operasi.
"Penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu investasi penting untuk mendorong kemandirian masyarakat. Melalui pelatihan welder 3G ini, kami ingin memberikan bekal keterampilan yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Sehingga peserta memiliki peluang yang lebih luas untuk mengembangkan karier maupun membangun usaha secara mandiri," ujar pria yang akrab disapa Triyo itu.
Triyo menambahkan, kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi faktor penting agar program pemberdayaan masyarakat berjalan lebih terarah dan sesuai kebutuhan tenaga kerja.
"Kami berharap sinergi dengan Disnakertrans Muaro Jambi dapat memastikan pelatihan ini memberikan manfaat nyata bagi peserta. Keberhasilan program tidak hanya dilihat dari terlaksananya pelatihan, tetapi juga dari bagaimana keterampilan yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat," tambahnya.
Kepala Bidang PPTK dan Transmigrasi Disnakertrans Muaro Jambi Iskandar menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin dengan Pertamina EP Jambi dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal.
"Melalui kolaborasi ini, kami berharap peserta tidak hanya memperoleh keterampilan teknis di bidang pengelasan, tetapi juga memiliki kompetensi yang dapat meningkatkan daya saing dan membuka peluang kerja. Kami mengapresiasi Pertamina EP Jambi atas dukungannya dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Muarojambi," ujarnya.
Menurut Iskandar, pelatihan berbasis kompetensi menjadi salah satu upaya mempersiapkan tenaga kerja yang lebih siap menghadapi kebutuhan dunia industri. Sinergi pemerintah daerah dan dunia usaha diharapkan terus diperkuat agar program pelatihan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Pendekatan berbasis keterampilan dinilai dapat membantu memperkecil kesenjangan antara kemampuan tenaga kerja lokal dan kompetensi yang dibutuhkan dunia industri. Pelatihan ini mempertemukan dukungan dunia usaha dan pemerintah daerah dalam pengembangan kompetensi masyarakat.
Pertamina EP Jambi berharap program pengembangan kapasitas masyarakat terus diperkuat melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Dengan keterampilan yang semakin baik dan peluang kerja yang semakin terbuka, warga di sekitar wilayah operasi diharapkan berperan aktif dalam pembangunan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kemandirian keluarga.