MUARO JAMBI — Petugas gabungan, warga, dan sejumlah pemilik kebun masih berjibaku memadamkan api di perkebunan kelapa sawit masyarakat di Desa Gedong Karya. Penyekatan dilakukan di beberapa titik untuk menahan kobaran agar tidak melebar ke area perkebunan dan lahan di sekitarnya.
Peninjauan Gubernur Jambi bersama Danrem 042/Gapu dan Manggala Agni menyorot langsung kondisi lapangan yang menyulitkan proses pemadaman. Dari lokasi, terlihat jelas persoalan air dan asap menjadi penghambat utama.
Air Sulit Didapat, Pipa Kerap Mati karena Lumpur
Al Haris menyebut keterbatasan sumber air sebagai kendala pertama yang dihadapi petugas di lapangan. Pipa yang dipakai mengalirkan air bahkan bisa berhenti mendadak akibat endapan lumpur.
"Seperti yang kita lihat, pertama, tidak ada air atau air sangat sulit didapat. Kemudian, pipa yang kita gunakan untuk mengalirkan air bisa mati mendadak karena berlumpur," jelas Al Haris.
Kondisi itu memaksa petugas bekerja ekstra di tengah keterbatasan sarana. Pemadaman darat pun menjadi tumpuan utama karena jalur udara belum bisa diandalkan.
Water Bombing Belum Optimal karena Asap Pekat
Metode water bombing dari udara belum dapat dilakukan secara maksimal. Asap tebal menutup pandangan sehingga pesawat sulit menjangkau titik kebakaran.
"Yang kedua, water bombing tidak bisa ke lokasi karena asap pekat. Kemudian, sulitnya akses bagi petugas dan masyarakat untuk menuju lokasi membantu memadamkan api," sambung Al Haris.
Medan yang berat turut memperlambat pergerakan petugas dan warga yang hendak membantu pemadaman. Akses menuju lokasi api disebut tidak mudah dilalui.
Dua Alat Berat Bekerja Sejak Beberapa Hari Lalu
Untuk menghambat penyebaran api, dua unit alat berat dikerahkan melakukan penyekatan di sekitar area kebakaran. Alat berat itu telah beroperasi selama beberapa hari terakhir.
Angin kencang di lokasi menambah risiko api meluas ke lahan lain. Petugas memprioritaskan penyekatan agar kobaran tidak menjalar lebih jauh.
Hingga peninjauan berlangsung, pemadaman di darat masih berlanjut dengan dukungan warga dan pemilik kebun. Penanganan menghadapi kombinasi keterbatasan air, asap pekat, dan medan yang sulit.