JAMBI — Sajian mie berkuah kental memang selalu pas dinikmati saat cuaca dingin atau sore hari. Di kawasan Sumatra, salah satu yang paling dikenal adalah mie celor, kuliner tradisional dengan kuah kaldu udang pekat yang biasa dijual di kedai-kedai sederhana.
Ciri khas mie celor terletak pada kuahnya yang kental dan beraroma kaldu udang kuat. Kuah dimasak dari rebusan kepala dan kulit udang, sehingga rasanya lebih dalam dibanding kuah mie biasa.
Untuk porsi rumahan, siapkan bahan-bahan berikut:
Kuah mie celor bergantung pada bumbu yang ditumis hingga harum sebelum kaldu udang dituang. Siapkan bawang merah, bawang putih, cabai, dan rempah lain sesuai selera, lalu haluskan atau iris tipis.
Kepala dan kulit udang yang sudah disisihkan direbus dalam air hingga keluar kaldu. Air rebusan inilah yang menjadi dasar kuah, bukan air biasa.
Tumis bumbu halus hingga matang dan harum, lalu masukkan daging udang cincang. Setelah udang berubah warna, tuang air kaldu hasil rebusan kepala dan kulit udang.
Didihkan kuah, lalu tambahkan tepung beras atau larutan tepung kanji sedikit demi sedikit sambil diaduk. Bahan pengental ini yang membuat kuah mie celor berbeda dari kuah mie biasa. Masak hingga kuah mengental, lalu koreksi rasa dengan garam dan sedikit gula.
Tata mie kuning dan tauge di mangkuk, lalu siram dengan kuah kaldu udang yang masih panas. Tambahkan irisan telur rebus, taburan daun bawang, dan bawang goreng.
Sajikan segera selagi hangat. Kuah yang kental sebaiknya tidak dipanaskan berulang kali karena bisa mengubah teksturnya.
Mie celor buatan rumah bisa jadi alternatif saat ingin menikmati kuliner Sumatra tanpa harus keluar. Bahan utamanya sederhana, dan kunci rasanya ada pada kaldu udang yang dimasak perlahan.