IHSG Menguat 1,7% ke 5.418 pada Sesi I, 550 Saham Naik

Penulis: Amrizal Halim  •  Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:36:01 WIB
IHSG ditutup menguat 1,7 persen ke level 5.418 pada akhir sesi I perdagangan Kamis (22/10).

JAMBI — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 5.418 pada akhir sesi I perdagangan Kamis (22/10), menguat 90,63 poin atau 1,7 persen. Penguatan indeks terjadi meski investor asing masih membukukan jual bersih Rp70,71 miliar. Sebanyak 550 saham menguat, jauh melampaui 131 saham yang melemah.

Data RTI Business pukul 12.00 WIB menunjukkan IHSG bergerak di rentang 5.185 hingga 5.422 sepanjang sesi pertama. Kapitalisasi pasar tercatat Rp9.567,23 triliun.

Volume perdagangan sesi I mencapai 21,93 miliar saham dengan nilai transaksi Rp9,19 triliun. Frekuensi perdagangan sebanyak 1,3 juta kali transaksi.

Asing Jual Bersih di Pasar Reguler, Beli di Negosiasi

Investor asing mencatat jual bersih Rp527,80 miliar di pasar reguler. Di pasar negosiasi dan tunai, asing justru membeli bersih Rp457,09 miliar sehingga total jual bersih asing menjadi Rp70,71 miliar.

Pola itu menunjukkan tekanan jual asing terkonsentrasi di saham-saham likuid yang diperdagangkan harian, sementara transaksi blok di luar pasar reguler berjalan dua arah.

Domestik Kuasai 74,02% Volume Transaksi

Dari volume 35,1 miliar saham, investor domestik mendominasi dengan porsi 74,02 persen atau sekitar 25,98 miliar saham. Investor asing berkontribusi 25,98 persen atau sekitar 9,12 miliar saham.

Dominasi berlanjut di sisi nilai. Dari total transaksi Rp17,9 triliun, investor domestik menyumbang 58,10 persen atau sekitar Rp10,4 triliun, sedangkan asing 41,90 persen atau sekitar Rp7,5 triliun.

  • Volume: domestik 74,02 persen, asing 25,98 persen
  • Nilai transaksi: domestik 58,10 persen, asing 41,90 persen
  • Frekuensi: domestik 75,17 persen (1,38 juta transaksi), asing 24,83 persen (455.652 transaksi)

Frekuensi Transaksi 1,84 Juta Kali

Total frekuensi perdagangan sesi I tercatat 1.835.979 kali transaksi. Investor domestik menyumbang 75,17 persen atau sekitar 1,38 juta kali, sementara asing 24,83 persen atau sekitar 455.652 kali.

Angka itu menegaskan bahwa likuiditas harian IHSG masih bertumpu pada investor ritel dan institusi dalam negeri. Bagi pelaku pasar, komposisi ini penting karena mengurangi ketergantungan indeks pada aliran dana asing jangka pendek.

Meski indeks menguat, jual bersih asing di pasar reguler tetap perlu dicermati pada sesi II. Sebanyak 112 saham stagnan menunjukkan penguatan belum merata ke seluruh sektor.

Reporter: Amrizal Halim
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top