KOTA JAMBI — Sebelum aksi pembenahan dimulai, seluruh anggota Drumband mengikuti sesi diskusi bersama guru pendamping ekstrakurikuler, Dzulkifli Rahmat Hidayat. Forum itu menjadi wadah koordinasi awal yang membahas alur dan teknis kegiatan yang akan dijalankan.
Suasana diskusi berlangsung lancar dan membangun kesiapan para siswa untuk melaksanakan tugas bersama. Setelah sesi selesai, mereka langsung bergerak ke area gudang penyimpanan alat.
Apa Saja yang Dikerjakan Selama Dua Hari?
Para siswa membersihkan gudang dari debu dan kotoran agar ruangan lebih tertata dan nyaman untuk penyimpanan. Area gudang dirapikan menyeluruh, mulai dari lantai hingga rak penyimpanan instrumen.
Perawatan tidak berhenti di ruangan. Setiap instrumen Drumband dibersihkan secara langsung dan cermat agar peralatan tetap terawat serta siap digunakan saat latihan maupun tampil.
Pendataan Ulang: Pisahkan Alat Lama dan Alat Baru
Agenda penting lain dalam kegiatan ini adalah pendataan ulang seluruh inventaris Drumband. Pengurus dan anggota mencatat serta mengidentifikasi kondisi setiap instrumen yang tersimpan di gudang.
Dalam proses itu, peralatan dikelompokkan berdasarkan statusnya, yakni memisahkan alat lama dan alat baru. Kondisi instrumen juga diklasifikasikan ke dalam dua kategori: alat yang masih bagus dan alat yang sudah mengalami kerusakan.
Hasil Inventarisasi Jadi Dasar Perencanaan Perbaikan
Data hasil inventarisasi akan diproses menjadi catatan resmi pihak madrasah. Pendataan itu mempermudah sekolah dan pengurus ekskul merencanakan pemeliharaan, perbaikan alat yang rusak, serta penyiapan sarana latihan ke depan.
Melalui giat rutin pada 9 dan 10 Oktober, MTsN 2 Kota Jambi mendorong siswa tidak hanya aktif mengasah kemampuan seni musik. Mereka juga dilatih memiliki kepedulian tinggi dalam menjaga dan merawat aset madrasah.