JAMBI — Jonatan Christie menelan tiga kekalahan beruntun saat membela tim beregu putra Indonesia di Asian Games 2026. Tunggal andalan Merah Putih itu tumbang melawan Malaysia, Thailand, dan China sejak babak perempatfinal hingga final.
Perempatfinal melawan Malaysia jadi awal rentetan hasil pahit Jonatan di Nagoya. Turun sebagai tunggal pertama, ia takluk dari Leong Jun Hao lewat pertarungan tiga gim 22-20, 12-21, 17-21.
Kekalahan itu tak menghentikan langkah Indonesia ke semifinal. Namun Jonatan kembali gagal menyumbang poin saat menghadapi Thailand. Pebulutangkis 29 tahun itu disikat Kunlavut Vitidsarn dua gim langsung, 17-21, 14-21.
Di partai puncak, Jonatan kembali dipercaya tampil di laga pertama. Shi Yuqi jadi lawannya, dan hasilnya tak berbeda. Jonatan menyerah 13-21, 18-21.
Tiga laga, tiga kekalahan. Catatan itu menegaskan tren buruk Jonatan setiap kali diturunkan di nomor beregu putra Asian Games.
Kekalahan di Nagoya bukan yang pertama. Sejak 2014, Jonatan selalu menelan hasil pahit saat tampil di nomor beregu putra Asian Games.
Ironisnya, Jonatan justru meraih emas Asian Games 2018 di nomor tunggal putra. Prestasi individu itu kontras dengan catatannya di sektor beregu.
Posisi tunggal pertama selalu jadi titik krusial dalam format beregu. Poin pembuka menentukan momentum tim, dan Jonatan berulang kali gagal mengamankannya.
Di 2018, Indonesia tetap melaju ke final meski Jonatan kalah dua kali. Kali ini, kekalahan beruntunnya turut menyulitkan langkah tim menuju gelar.
Belum ada keterangan resmi dari pelatih atau pengurus soal evaluasi penampilan Jonatan di nomor beregu. Yang jelas, catatan ini menjadi sorotan tersendiri bagi tunggal yang baru saja meraih emas di Asian Games 2018 tersebut.