JAMBI — Perjalanan Jakarta-Bandung lewat Tol Cipularang jadi ajang pembuktian bagi BAIC T1. Rute ini kombinasi tanjakan panjang, tikungan, dan jalan rusak—kondisi yang langsung menguji kenyamanan dan ketahanan baterai. Saya bergantian duduk di baris depan dan belakang selama perjalanan untuk merasakan pengalaman penumpang.
Dari luar, BAIC T1 tampil dengan garis bodi tegas khas SUV modern. Tidak ada ornamen berlebihan yang bikin terlihat norak. Panel gap rapi, cat metalik terlihat solid, dan lampu LED depan menyatu dengan gril tertutup—ciri khas mobil listrik.
Yang menarik, ground clearance terlihat cukup tinggi untuk ukuran SUV listrik. Ini bikin percaya diri saat melewati jalan rusak di area rest area Cipularang yang permukaannya tidak rata.
Masuk ke kabin, kesan pertama adalah senyap. Tidak ada suara mesin, hanya suara ban samar-samar. Material dashboard pakai soft-touch di area yang sering tersentuh, meski masih ada plastik keras di panel bawah pintu.
Jok depan punya bantalan cukup tebal dan penopang pinggang yang pas. Setelah tiga jam duduk, punggung tidak pegal. Baris kedua legroom lega, tapi bantalan jok sedikit lebih tipis dibanding baris depan. Ini catatan kecil untuk penumpang belakang di perjalanan sangat jauh.
Tenaga listrik BAIC T1 tidak menghentak. Akselerasi linear dan mudah diprediksi, cocok untuk perjalanan luar kota. Di tanjakan Cipularang, tidak perlu menginjak pedal dalam-dalam—torsi instan langsung tersedia.
Handling terasa stabil di kecepatan 100-110 km/jam. Bobot baterai di bawah lantai bikin center of gravity rendah, jadi tidak ada gejala limbung saat pindah lajur. Namun, setir terasa agak ringan di kecepatan rendah, perlu adaptasi saat parkir di rest area yang sempit.
Ini bagian yang paling ditunggu. Dengan baterai terisi penuh sebelum berangkat, perjalanan Jakarta-Bandung via tol menghabiskan sekitar 35-40 persen daya. Rute ini kombinasi tanjakan dan kecepatan tinggi, jadi wajar jika lebih boros dibanding pemakaian dalam kota.
Fitur regeneratif braking membantu mengisi ulang baterai saat turunan. Di turunan panjang Cipularang, daya baterai sempat naik 2-3 persen—lumayan untuk menambah jarak.
BAIC T1 cocok untuk Anda yang butuh SUV listrik untuk perjalanan dalam kota dan luar kota sesekali, dengan prioritas kenyamanan dan ketenangan kabin. Suspensi yang nyaman dan torsi instan bikin perjalanan Jakarta-Bandung terasa ringan.
Tapi kalau Anda sering melakukan perjalanan jauh di akhir pekan dan mengandalkan charging umum, infrastruktur yang belum merata jadi pertimbangan serius. Untuk pembelian pertama mobil listrik, pastikan sudah punya akses charging di rumah atau kantor.
Dengan harga yang bersaing di kelas SUV listrik, BAIC T1 menawarkan paket kenyamanan yang solid. Asal Anda siap dengan keterbatasan jaringan servis dan charging, mobil ini bisa jadi pilihan rasional di segmennya.