KOTA JAMBI — Kabut asap yang menyelimuti Kota Jambi tidak menghentikan denyut pendidikan di MTsN 2 Kota Jambi. Saat kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) diberlakukan, para guru justru memilih tetap mengajar dari lingkungan madrasah, bukan dari rumah masing-masing.
Keputusan ini diambil agar layanan pendidikan tetap berjalan aktif. Di saat bersamaan, madrasah juga tengah disibukkan oleh agenda Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI). Padatnya acara tidak menyurutkan komitmen tenaga pendidik untuk tetap hadir dan mengajar secara daring.
Di sela-sela kesibukan OMI, Salmah, guru Matematika, terlihat tekun membimbing siswa. Materi merasionalkan bilangan yang tergolong rumit itu ia jelaskan langkah demi langkah melalui tatap muka virtual via Google Meet.
Langkah serupa dilakukan Lismasari Dewi, S.Pd., guru Bahasa Indonesia. Dari ruang kerjanya, ia memandu diskusi interaktif tentang Kalimat Langsung dan Kalimat Tidak Langsung menggunakan platform yang sama.
Para guru memanfaatkan ponsel cerdas masing-masing untuk terhubung dengan siswa. Fleksibilitas perangkat digital ini menjadi solusi praktis menjaga interaksi guru dan murid di tengah situasi darurat asap.
Komitmen para guru mendapat apresiasi dari plt Kepala Madrasah, Azikri. Ia menilai dukungan serta pengawasan keluarga di rumah menjadi faktor kunci keberhasilan pembelajaran daring.
Pemanfaatan teknologi secara optimal membuktikan keterbatasan kondisi cuaca tidak menghalangi proses transfer ilmu. Pihak madrasah berharap kualitas udara di Kota Jambi segera membaik agar kegiatan belajar mengajar tatap muka dapat kembali normal. (JLM)