JAMBI — Partikel abu vulkanik punya tekstur tajam dan keras. Menggosoknya dalam kondisi kering sama saja mengamplas permukaan bodi, visor helm, hingga kaca spion. AHM menekankan pentingnya membasahi abu terlebih dahulu sebelum menyentuh permukaan kendaraan.
Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah menyiram motor dengan air secukupnya. Tujuannya agar partikel abu tidak beterbangan dan lebih mudah dilepaskan dari permukaan.
Setelah abu benar-benar terangkat, barulah motor dicuci menggunakan air dan deterjen atau sabun khusus kendaraan. Gunakan spons atau kain yang bersih dan lembut agar tidak meninggalkan goresan halus pada cat.
Membersihkan bodi saja tidak cukup. Abu vulkanik yang masuk ke bagian mekanis bisa menyebabkan kerusakan jangka panjang. AHM menyoroti enam area yang perlu mendapat perhatian ekstra:
Manager Safety Riding PT AHM, Daniel Aria Sulistya Nugroho, mengingatkan pengendara untuk tidak memaksakan diri saat kondisi tidak memungkinkan. "Lakukan persiapan sebelum perjalanan, kurangi kecepatan, jaga jarak aman, perhatikan kondisi jalan, dan segera menepi apabila kondisi sudah tidak memungkinkan untuk berkendara dengan aman," ujarnya.
Jika perjalanan tidak mendesak, menunda perjalanan hingga kondisi kembali aman adalah pilihan terbaik. Abu yang menutupi aspal, terutama setelah bercampur air, membuat jalan sangat licin dan mengurangi daya cengkram ban secara signifikan.
Pengendara yang tetap harus melaju wajib memakai helm dengan visor tertutup, masker yang mampu menyaring partikel halus, dan kacamata tambahan untuk melindungi mata dari iritasi.
Kondisi visor juga perlu dicek. Membersihkannya secara sembarangan saat tertutup abu berpotensi menggores permukaan dan mengganggu pandangan. Gunakan air mengalir sebelum menyekanya dengan kain lembut.
Ketika hujan abu dan asap semakin pekat, kurangi kecepatan secara bertahap, nyalakan lampu utama, dan jaga jarak lebih jauh dengan kendaraan lain. Jangan membuka visor helm dalam kondisi abu pekat.
Segera cari tempat aman untuk menepi jika pandangan sudah sangat terbatas. Sebelum berangkat, pantau informasi resmi aktivitas gunung api, arah sebaran abu, dan kemungkinan penutupan jalur agar perjalanan bisa direncanakan dengan lebih matang.