IHSG Ditutup Menguat 1,09 Persen ke 6.667,89, Pelantikan Gubernur BI dan Meredanya Konflik Timur Tengah Jadi Penopang

Penulis: Zulfahmi Rasyid  •  Kamis, 03 September 2026 | 20:43:31 WIB
IHSG ditutup menguat 1,09 persen ke level 6.667,89 pada perdagangan Kamis.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 72,11 poin atau 1,09 persen ke posisi 6.667,89 pada perdagangan Kamis. Pelantikan Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti yang menjadi perempuan pertama serta melambatnya pertumbuhan tenaga kerja swasta Amerika Serikat menjadi penopang utama penguatan.

JAKARTA — IHSG bertahan di zona hijau sepanjang sesi perdagangan Kamis. LQ45 ikut naik 10,90 poin atau 1,67 persen ke posisi 662,77, sejalan dengan sentimen positif yang menyelimuti bursa domestik.

Volume transaksi tercatat sebanyak 2.471.000 kali dengan nilai Rp18,60 triliun dan total 39,30 miliar lembar saham diperdagangkan. Sebanyak 415 saham menguat, 228 melemah, dan 320 stagnan.

Pelantikan Gubernur BI Destry Damayanti Disambut Positif Pasar

Pelaku pasar merespons pelantikan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia, perempuan pertama yang memimpin bank sentral. Ia berjanji menjaga kebijakan tetap responsif terhadap tantangan ekonomi sekaligus mendukung pertumbuhan.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menilai transisi kepemimpinan BI berjalan mulus. “Respon pasar tersebut seiring berjalan lancarnya dalam proses transisi kepemimpinan di BI sehingga pelantikan tersebut sebagai sinyal akan keberlanjutan kebijakan moneter bank sentral,” ujarnya dalam kajian di Jakarta, Kamis.

Tenaga Kerja AS dan Peredaan Timur Tengah Menopang Sentimen Global

Dari mancanegara, data ADP Employment Change turun dari 46.000 menjadi 38.000. Angka itu menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja swasta AS melambat pada Agustus 2026, yang justru meredakan kekhawatiran pengetatan moneter.

Pernyataan Presiden Federal Reserve New York, John Williams, yang mengindikasikan tidak ada kebutuhan mendesak menaikkan suku bunga juga menjadi angin segar. Di sisi geopolitik, Presiden AS Donald Trump menyebut serangan terhadap Iran kemungkinan berumur pendek, sehingga meredakan kekhawatiran konflik berkepanjangan. Harga minyak yang lebih rendah turut menekan tekanan biaya energi.

Permintaan domestik yang kuat juga terlihat di Asia. PMI Jasa Global S&P Jepang naik menjadi 52,5, sementara Indeks Manajer Umum Sektor Jasa China naik menjadi 51,4 dari 50,4 pada bulan sebelumnya.

Transportasi dan Logistik Pimpin Kenaikan, Teknologi Satu-satunya Melemah

Dari sebelas sektor IDX-IC, sepuluh menguat. Sektor transportasi dan logistik memimpin dengan kenaikan 2,46 persen, disusul sektor industri 1,99 pers

Reporter: Zulfahmi Rasyid
Sumber: jambi.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top