TEBO — Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II BKSDA Jambi Martialias Puspito menyatakan lokasi kebakaran berada di Semambu, Kecamatan Sumay. Area yang terbakar terletak di jalur yang biasa dilintasi gajah, tetapi posisi satwa dipastikan aman.
"Kebakaran di wilayah Semambu, Kecamatan Sumay, memang di jalur gajah, posisinya di bawah (dekat) jalur gajah. Posisi (gajah) aman," kata Martialias di Tebo, Kamis.
Titik api muncul di area penggunaan lain (APL) yang berjarak sekitar tiga kilometer dari kawasan inti. Lokasi kebakaran dipastikan berada di luar Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT), tepatnya di wilayah penyangga dekat perusahaan pemegang hak konsesi PT LAJ dan PT PAL.
Untuk memastikan keamanan satwa, petugas secara berkala memantau pergerakan gajah liar. Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), petugas konservasi, dan pihak perusahaan masih melakukan upaya pemadaman di lokasi hingga saat ini.
Kepala BKSDA Jambi Himawan Sasongko sebelumnya menjelaskan bahwa pemasangan kalung pelacak atau GPS collar pada kelompok gajah betina memudahkan petugas memonitor pergerakan secara waktu terkini (real-time). Alat pelacak itu terpasang di wilayah populasi gajah sumatra bentang alam Bukit Tigapuluh.
Dari hasil pemetaan dan studi, tim mengidentifikasi lima kelompok besar gajah betina di wilayah tersebut. Populasi gajah di bentang alam Bukit Tigapuluh diperkirakan mencapai 120 ekor.
Hingga berita ini diturunkan, BKSDA belum bisa memastikan luas lahan yang terbakar serta komoditas tanaman yang terdampak. Martialias menegaskan kebakaran terjadi di area penggunaan lain.
"Setiap waktu kita selalu cek posisi gajah di mana, posisi titik panas di mana. Saya belum pastikan komoditas (tanaman) yang terbakar ya, tapi itu di APL, saya pastikan di APL," tutupnya.