Ditjen Pemasyarakatan Wilayah Jambi melalui Pasukan Merah Putih berhasil membedah sembilan unit rumah warga yang membutuhkan selama periode April hingga Agustus 2026. Program ini menjadi wadah pembinaan kemandirian bagi warga binaan sekaligus memberikan dampak sosial langsung bagi masyarakat.
JAMBI — Sebanyak sembilan rumah warga di wilayah Jambi berhasil dibedah oleh Pasukan Merah Putih, tim yang beranggotakan warga binaan pemasyarakatan (WBP) Direktorat Jenderal (Ditjen) Pemasyarakatan Wilayah Jambi. Program bedah rumah ini berjalan sepanjang periode April hingga Agustus 2026.
Kepala Kanwil Ditjenpas Jambi Irwan Rahmat Gumilar menyatakan program ini merupakan bagian dari komitmen pembinaan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
"Ditjenpas Jambi terus membuktikan komitmennya dalam menjalankan pembinaan yang berdampak langsung bagi masyarakat," kata Irwan di Jambi, Minggu.
Program bedah rumah ini dirancang bukan sekadar kegiatan sosial. Bagi para warga binaan, keterlibatan dalam proyek konstruksi menjadi media pembinaan kemandirian yang melatih keterampilan teknis di bidang bangunan.
Melalui kegiatan ini, para WBP juga diharapkan menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Semangat gotong royong pun ditumbuhkan selama proses pengerjaan berlangsung.
Seluruh mekanisme pelaksanaan program mengacu pada amanat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan. Aspek keamanan dan pengawasan ketat tetap menjadi prioritas selama kegiatan berlangsung.
Keberhasilan program ini tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor. Ditjenpas Jambi menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Pemerintah Daerah setempat sebagai mitra strategis.
Kedua mitra tersebut berperan dalam penyediaan pendanaan, koordinasi teknis, hingga penentuan penerima manfaat yang tepat sasaran. Sinergi ini memastikan bantuan benar-benar sampai kepada keluarga yang paling membutuhkan.
Dukungan juga datang dari para Kepala unit pelaksana teknis (UPT) yang aktif merangkul dunia usaha, stakeholder, serta masyarakat sekitar untuk memperkuat pelaksanaan program di lapangan.
Kini, sembilan keluarga penerima manfaat dapat menempati hunian yang lebih layak, aman, sehat, dan nyaman. Perbaikan rumah ini diharapkan meningkatkan kualitas hidup mereka sehari-hari.
Di sisi lain, para warga binaan yang terlibat mendapatkan pengalaman kerja berharga. Hal ini meningkatkan rasa percaya diri dan kesiapan mereka untuk kembali diterima oleh lingkungan sosial setelah menjalani masa pembinaan.
Melihat dampak positif yang dihasilkan, Ditjenpas Jambi berkomitmen untuk melanjutkan dan memperluas jangkauan program bedah rumah ini di masa mendatang.
Laporan pelaksanaan kegiatan telah diteruskan kepada Direktur Jenderal Pemasyarakatan, dengan tembusan kepada Sekretaris Jenderal serta Inspektur Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Langkah ini dilakukan untuk memperoleh arahan pengembangan program pembinaan inovatif selanjutnya.