TANJAB BARAT — Rombongan pejabat utama Polda Jambi bergerak ke dua lokasi berbeda dalam peninjauan tersebut. Posko Karhutla Suban menjadi tujuan pertama, disusul Posko Karhutla Distrik 5 WKS. Keduanya dinilai sebagai titik krusial dalam pengendalian titik api di wilayah rawan karhutla.
Kedatangan Wakapolda Jambi Brigjen Pol K Yani Sudarto bukan sekadar seremonial. Pengecekan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kondisi posko hingga gudang penyimpanan peralatan pemadaman. Wakapolda memastikan seluruh perlengkapan yang tersedia dalam kondisi siap pakai apabila sewaktu-waktu ditemukan titik api.
Di sela-sela pemeriksaan, Wakapolda Jambi juga menyerahkan bantuan sembako kepada personel yang bertugas di lapangan. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk perhatian sekaligus dukungan moral bagi petugas yang bekerja di tengah tantangan penanganan karhutla.
Personel gabungan dari TNI-Polri, Manggala Agni, hingga masyarakat peduli api disebut menjadi tulang punggung pengendalian karhutla di Tanjab Barat. Kehadiran pimpinan langsung di lokasi dinilai penting untuk menjaga semangat kerja di tengah kondisi lapangan yang berat.
Kabupaten Tanjung Jabung Barat selama ini dikenal sebagai salah satu daerah rawan karhutla di Provinsi Jambi. Luasnya lahan gambut dan tingginya aktivitas lahan membuat wilayah ini rentan terhadap kebakaran saat memasuki musim kemarau.
Polda Jambi menegaskan komitmennya untuk bergerak cepat dalam merespons potensi kebakaran. Pemeriksaan sarana dan prasarana ini merupakan bagian dari upaya preventif agar setiap unsur yang terlibat dapat bergerak cepat dan terkoordinasi.
Rombongan turut didampingi Karo Ops Polda Jambi, Dir Samapta, Dansat Brimob, Kapolres Tanjab Barat, serta unsur Forkopimda Kabupaten Tanjab Barat. Sinergi antarinstansi ini menjadi kunci dalam memastikan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla di wilayah tersebut.