7 Hektare Lahan Gambut di Tanjab Timur Terbakar, Polres Kerahkan Personel Padamkan Api Selama 5 Jam

Penulis: Tengku Syafri  •  Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:31:02 WIB
Personel gabungan memadamkan api di lahan gambut seluas 7 hektare di Desa Rawasari, Tanjab Timur, Selasa (25/8).

TANJAB TIMUR — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Dusun Pingai Rejo, RT 05, Desa Rawasari, Kecamatan Berbak, Tanjab Timur, Selasa (25/8) sekitar pukul 15.30 WIB. Peristiwa ini menambah daftar panjang titik api di wilayah yang dikenal memiliki hamparan lahan gambut tebal.

Kapolres Tanjab Timur AKBP Ade Chandra membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut api baru dapat dipadamkan sepenuhnya pada pukul 21.10 WIB setelah personel gabungan dikerahkan ke lokasi.

"Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.10 WIB. Setelah itu petugas melanjutkan proses pendinginan di areal bekas lahan yang terbakar," ujar Ade Chandra.

Tiga Lahan Warga Terdampar, Sawit Ikut Hangus

Berdasarkan pendataan sementara di lapangan, luas lahan yang terbakar mencapai 7 hektare. Lahan tersebut terdiri dari tanah kosong dan perkebunan kelapa sawit milik warga setempat.

Rinciannya, sekitar 1 hektare lahan kosong milik Rohadi, 4 hektare lahan kosong milik Supri, serta 2 hektare kebun sawit milik Abdul Rokib. Belum ada informasi resmi mengenai total kerugian materiil yang diderita para pemilik lahan.

Ancaman Api di Bawah Permukaan Gambut

Proses pemadaman tidak berhenti saat kobaran api di permukaan mulai mereda. Petugas masih disibukkan dengan proses cooling down atau pendinginan secara intensif di area bekas kebakaran.

Tantangan terbesar dalam penanganan karhutla di lokasi adalah karakteristik lahan gambut dengan lapisan tanah cukup dalam. Kondisi ini membuat api berpotensi bertahan di bawah permukaan meskipun kobaran di atas tanah sudah tidak terlihat.

Ancaman munculnya kembali titik api atau re-ignition pun masih diwaspadai petugas. Karena itu, sejumlah personel tetap bersiaga di lokasi untuk memastikan bara yang tersimpan di dalam tanah benar-benar padam.

Karhutla di kawasan Berbak dan sekitarnya kerap terjadi pada musim kemarau. Wilayah ini termasuk salah satu kantong lahan gambut di Provinsi Jambi yang rawan terbakar, terutama saat kondisi tanah mengering.

Reporter: Tengku Syafri
Sumber: jambiindependent.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top