Titik Panas Karhutla di Jambi Turun Jadi 199, Sarolangun Masih Terbanyak dengan 90 Titik

Penulis: Said Fauzi  •  Senin, 24 Agustus 2026 | 21:43:01 WIB
Jumlah titik panas karhutla di Jambi turun menjadi 199 titik pada Minggu (23/8), dengan Sarolangun mencatatkan 90 titik terbanyak.

Jumlah titik panas (hotspot) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi berkurang menjadi 199 titik pada Minggu (23/8), turun dari 273 titik yang tercatat sehari sebelumnya. Penurunan ini terjadi setelah tim gabungan berhasil memadamkan api di sejumlah lokasi, meski Kabupaten Sarolangun masih menyumbang titik terbanyak dengan 90 titik.

JAMBI — Penurunan jumlah titik panas ini menjadi indikasi awal melambatnya laju karhutla di wilayah tersebut. Petugas Manggala Agni Jambi, Sandy Prabowo, menyebut keberhasilan pemadaman oleh tim gabungan menjadi faktor utama berkurangnya hotspot dalam pantauan harian siaga darurat, Senin (24/8).

Data akumulasi sejak Januari hingga 23 Agustus 2026 mencatat total titik panas di Jambi pernah mencapai 3.632 titik dengan luas lahan terbakar seluas 658,29 hektare. Angka ini menunjukkan skala besar persoalan karhutla yang dihadapi provinsi tersebut sepanjang tahun ini.

Sebaran Titik Panas dan Wilayah Terdampak Terluas

Dari 199 titik yang terpantau pada Minggu, sebaran terbanyak masih didominasi kabupaten-kabupaten di bagian tengah dan timur Jambi. Sarolangun memimpin dengan 90 titik, disusul Batang Hari 41 titik, Tanjung Jabung Barat 27 titik, dan Tebo 22 titik.

Kabupaten Muaro Jambi mencatat 12 titik, sementara Bungo dan Tanjung Jabung Timur masing-masing dua titik. Adapun Kabupaten Kerinci dan Merangin hanya mencatat satu titik panas.

Meski tidak memimpin dalam jumlah titik panas, Muaro Jambi justru mencatat luas lahan terbakar terbesar, yakni mencapai 264,78 hektare. Disusul Merangin dan Sarolangun yang sama-sama kehilangan lahan seluas 143,61 hektare, serta Batang Hari seluas 95,53 hektare.

Kualitas Udara Memburuk di Muaro Jambi

Dampak karhutla mulai terasa pada kualitas udara. Berdasarkan indeks standar pencemar udara (ISPU), Kabupaten Muaro Jambi menjadi wilayah dengan kondisi terparah. Parameter kritis PM 2,5 tercatat di angka 113, masuk kategori tidak sehat.

Sementara itu, Kota Jambi yang mulai terpapar asap berada di kategori sedang dengan ISPU 73. Kabupaten Tanjung Jabung Timur juga berada di level sedang dengan ISPU 55.

Hingga saat ini, tiga wilayah yakni Kabupaten Kerinci, Kota Sungai Penuh, dan Kota Jambi belum mencatat adanya lahan yang terbakar. Kondisi ini berbeda jauh dengan kabupaten lain yang sudah kehilangan puluhan hingga ratusan hektare lahannya.

Tim Gabungan Terus Berjibaku di Lapangan

Satuan tugas karhutla Jambi bersama Manggala Agni terus melakukan pemadaman di sejumlah kabupaten yang masih memiliki titik api. Upaya ini difokuskan pada wilayah dengan hotspot tinggi seperti Sarolangun dan Batang Hari agar api tidak meluas ke area permukiman atau lahan produktif.

Penurunan jumlah titik panas pada Minggu dibandingkan hari sebelumnya menjadi modal bagi tim untuk terus menekan meluasnya kebakaran. Namun, potensi munculnya titik api baru tetap terbuka sepanjang kondisi cuaca kering masih berlangsung.

Reporter: Said Fauzi
Sumber: jambi.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top