JAMBI — Warren Pandiscia resmi mengajukan gugatan class action terhadap Twitch dan Amazon pada pekan ini. Gugatan yang pertama kali dilaporkan oleh Courthouse News ini menuding Twitch dan Amazon tidak memiliki lisensi atau izin dari para streamer sebelum menggunakan video dan siaran langsung sebagai "dataset yang diperlukan untuk menggerakkan produk AI Amazon".
Sebelum gugatan ini muncul, Twitch Support sempat mengumumkan lewat akun X (sebelumnya Twitter) pada awal bulan ini bahwa mereka menambahkan opsi untuk menolak penggunaan konten channel dalam pelatihan model AI generatif di seluruh lini Amazon. Opsi ini bersifat opt-out, artinya pengguna harus aktif memilih keluar jika tidak ingin datanya dipakai.
Keputusan ini langsung menuai kritik. Dalam sesi Patch Notes, Chief Product Officer Twitch, Mike Minton, sempat melontarkan pernyataan kontroversial. Saat ditanya mengapa pengaturan ini tidak dibuat opt-in, ia menjawab, "kalau opt-in, tidak akan ada yang memilih".
Gugatan yang diajukan Pandiscia menyebutkan dua pelanggaran utama. Pertama, Twitch dan Amazon dinilai melakukan wanprestasi karena memperlakukan para streamer sebagai "stok pelatihan gratis untuk produk AI komersial yang terpisah". Kedua, kedua perusahaan dituduh mengambil keuntungan dari para kreator yang justru "kehilangan uang atau properti sebagai akibat dari praktik ilegal, tidak adil, dan curang dari para tergugat".
Amazon dan Twitch bukan satu-satunya perusahaan teknologi yang berhadapan dengan tuntutan hukum terkait penggunaan konten kreator untuk AI. Sebelumnya, tiga YouTuber juga mengajukan gugatan class action terhadap Apple. Mereka menuduh perusahaan yang berbasis di Cupertino itu mengeruk konten berhak cipta untuk melatih model AI mereka.
Kasus ini menjadi sinyal bahaya bagi industri kreator konten. Para streamer dan YouTuber kini semakin sadar bahwa karya mereka adalah aset berharga yang kerap dipakai tanpa kompensasi untuk mengembangkan teknologi AI yang menguntungkan perusahaan besar.
Bagi pengguna Twitch di Indonesia, gugatan ini layak dipantau. Jika tuntutan Pandiscia berhasil, ada kemungkinan platform akan mengubah kebijakan default mereka. Untuk saat ini, streamer yang tidak ingin kontennya dipakai untuk melatih AI Amazon masih bisa memanfaatkan opsi opt-out yang tersedia di pengaturan channel.