KUALA TUNGKAL — Ratusan warga di sejumlah kelurahan di Kuala Tungkal mulai menerima kiriman air bersih dari Perumda Air Minum Tirta Pengabuan. Bantuan ini direspons untuk memenuhi kebutuhan air minum dan sanitasi warga yang sumurnya mulai mengering diterpa kemarau yang melanda Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Program ini bukan sekadar tanggung jawab layanan, melainkan bentuk kehadiran perusahaan saat masyarakat menghadapi kondisi darurat. Direktur PDAM Tirta Pengabuan, Feri Elvianto, memimpin langsung tim di lapangan untuk memastikan air sampai ke tangan warga.
Distribusi air bersih ini berjalan bertahap dan telah dimulai sejak Rabu (19/8). Pada hari pertama, tim PDAM menyasar warga di Jalan Kalimantan Lorong Gelatih dan Jalan Panglima.
Penyaluran berlanjut keesokan harinya, Kamis (20/8), untuk wilayah Jalan Beringin dan Parit Lapis. Jumat (21/8), giliran warga Jalan Ketapang dan Kelapa Gading yang menerima pasokan air bersih.
Memasuki akhir pekan, Sabtu (22/8), bantuan dialokasikan untuk warga di Jalan Komplek B dan Jalan Beringin Lorong Peternakan. Sementara pada Minggu (23/8), giliran warga Jalan Bahagia dan Jalan Sriwijaya yang kebagian jatah air bersih.
Feri menjelaskan, program ini akan terus berjalan selama musim kemarau berlangsung. Pihaknya juga memprioritaskan wilayah pelanggan PDAM yang mengalami kendala pasokan air.
"Kami juga mengutamakan pelayanan terbaik. Bantuan air bersih ini dilaksanakan secara bertahap untuk wilayah-wilayah yang sudah ditentukan," ujarnya saat meninjau lokasi penyaluran.
Ia menambahkan, bantuan ini diberikan untuk meringankan kebutuhan warga di tengah kemarau. "Untuk wilayah lainnya yang belum dapat bantuan air bersih segera menyusul," sambungnya.
Perusahaan pelat merah ini memastikan akan terus memantau perkembangan kondisi cuaca. Jika kemarau berlanjut dan kebutuhan meningkat, PDAM Tirta Pengabuan siap menambah frekuensi distribusi air bersih.
Komitmen ini ditegaskan sebagai bagian dari pelayanan terbaik kepada masyarakat. Selain menjalankan fungsi penyediaan air bersih, PDAM berupaya hadir ketika warga menghadapi keterbatasan akses air bersih di luar kondisi normal.