Terafab, Pabrik Chip Raksasa Elon Musk untuk Tesla dan SpaceX di Texas, Target Jadi Bangunan Terbesar di Dunia

Penulis: Wan Rizal  •  Senin, 17 Agustus 2026 | 03:23:01 WIB
Peletakan batu pertama proyek Terafab dilakukan di North Campus Giga Texas, Texas, Amerika Serikat.

JAMBI — Peletakan batu pertama proyek raksasa ini dilakukan di North Campus Giga Texas, yang oleh SpaceX disebut sebagai cikal bakal fasilitas yang jauh lebih besar. Melansir Newsweek, Kamis (13/8/2026), jika seluruh pembangunan rampung, Terafab akan melampaui megastruktur dunia lainnya seperti terminal bandara, kampus korporasi, hingga pusat perbelanjaan terbesar.

Satu Atap untuk Seluruh Rantai Produksi Chip

Terafab dirancang untuk mengintegrasikan seluruh proses produksi semikonduktor, mulai dari manufaktur, pengemasan, hingga pengujian, di bawah satu atap. Pabrik ini akan memproduksi perangkat logic dan memori canggih yang secara khusus digunakan untuk mendukung robot Optimus dan kendaraan otonom Cybercab milik Tesla.

Selain itu, chip yang dihasilkan juga akan dipasok untuk pusat data berbasis luar angkasa yang tengah direncanakan SpaceX. Dalam pernyataan resminya pada 6 Agustus, SpaceX menyebut fasilitas ini didesain untuk membangun komputasi baru dengan skala dan kecepatan yang belum pernah ada sebelumnya.

Investasi Raksasa dengan Perbedaan Angka yang Mencolok

Kantor Gubernur Texas, Greg Abbott, menyebutkan tahap pertama pembangunan Terafab membutuhkan biaya investasi lebih dari 16,8 miliar dollar AS. Namun, angka ini berbeda jauh dari dokumen pemberitahuan sidang publik di Grimes County pada Mei lalu.

Dokumen tersebut mencatat estimasi biaya tahap pertama mencapai 55 miliar dollar AS, dengan total investasi pembangunan penuh diperkirakan menyentuh 119 miliar dollar AS. Newsweek telah menghubungi SpaceX dan Tesla untuk meminta konfirmasi terkait perbedaan data ini, namun belum mendapatkan tanggapan.

Kekhawatiran Warga Lokal dan Kesepakatan Pajak

Di balik megaskala proyek ini, sebagian warga Grimes County menyuarakan kegelisahan. Dalam sidang dengar pendapat publik pada Juni, mereka mempertanyakan dampak fasilitas terhadap nilai properti, kelangsungan bisnis lokal, pola hidup pedesaan, hingga potensi dampak lingkungan.

Ketua Grimes County Citizens for Responsible Development (GCCRD), Marie Egyed, menegaskan bahwa warga tidak menolak kehadiran pabrik tersebut, tetapi menuntut transparansi dan pengawasan yang ketat.

"Kami tidak akan menghentikannya. Namun, mungkin kami bisa meminimalkan dampak negatifnya," kata Egyed.

Dalam sidang yang sama, pejabat county menyetujui pembebasan pajak properti bagi SpaceX. Sebagai kompensasi, SpaceX sepakat membayar 10 juta dollar AS di awal, disusul pembayaran tahunan sebesar 20 juta dollar AS selama 35 tahun ke depan.

Reporter: Wan Rizal
Sumber: kompas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top