Siloam Hospitals Jambi Tangani Aneurisma Otak Pasien 66 Tahun Tanpa Operasi Terbuka, Ini Prosedurnya

Penulis: Said Fauzi  •  Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:06:31 WIB
Siloam Hospitals Jambi menangani aneurisma otak pasien berusia 66 tahun melalui prosedur coiling tanpa operasi terbuka.

JAMBI — Siloam Hospitals Jambi menangani kasus aneurisma otak pada seorang pasien laki-laki berusia 66 tahun menggunakan prosedur neurointervensi. Tindakan ini menjadi alternatif penanganan yang tidak memerlukan pembedahan terbuka pada kepala pasien.

Dokter Spesialis Neurologi-Konsultan Neurointervensi Siloam Hospitals Jambi, dr Hendra Irawan, mengatakan pasien datang dengan keluhan sakit kepala sangat berat yang muncul secara tiba-tiba. Kondisi tersebut kemudian disertai dengan muntah, sehingga memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Aneurisma Terdeteksi Lewat Pemeriksaan DSA

Berdasarkan hasil pemeriksaan Digital Subtraction Angiography (DSA), tim medis menemukan adanya aneurisma pada pembuluh darah otak bagian kanan pasien. Aneurisma sendiri merupakan kondisi melemahnya dinding pembuluh darah di otak yang kemudian mengalami pembengkakan menyerupai balon.

Kondisi ini dinilai berbahaya karena aneurisma berpotensi pecah dan menyebabkan perdarahan otak yang dapat mengancam jiwa pasien. Oleh karena itu, penanganan perlu segera dilakukan untuk mencegah risiko yang lebih fatal.

Prosedur Coiling: Menutup Aneurisma dari Dalam Pembuluh Darah

Tim medis memutuskan untuk melakukan tindakan coiling guna menutup aneurisma yang ditemukan. Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan coil atau kawat kecil melalui pembuluh darah hingga mencapai lokasi aneurisma di otak.

"Aneurisma dapat ditutup dengan tindakan coiling, sehingga risiko pecah dapat dicegah dan prosedur ini tidak memerlukan bedah terbuka pada kepala," kata dr Hendra Irawan.

Setelah tindakan selesai dilakukan, tim medis memastikan bahwa aneurisma telah tertutup sempurna dan aliran darah pada pembuluh otak pasien kembali normal. Kondisi pasien pun menunjukkan perkembangan positif, dengan keluhan sakit kepala yang berangsur-angsur membaik.

Sakit Kepala Mendadak dan Sangat Berat Perlu Diwaspadai

Keberhasilan penanganan kasus ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala sakit kepala yang muncul secara tiba-tiba dengan intensitas sangat berat. Terutama jika gejala tersebut disertai dengan tanda-tanda lain seperti muntah, pandangan kabur atau ganda, leher kaku, hingga kehilangan kesadaran.

Gejala-gejala tersebut membutuhkan pemeriksaan medis segera untuk memastikan penyebab pastinya. Penanganan yang cepat dan tepat menjadi kunci untuk mencegah komplikasi serius, termasuk risiko perdarahan otak akibat pecahnya aneurisma.

Reporter: Said Fauzi
Sumber: jambi.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top