JAMBI — Ancaman kabut asap akibat karhutla mulai membayangi warga Kota Jambi. Menyikapi kondisi itu, puluhan jurnalis dari berbagai media televisi yang tergabung dalam IJTI Pengda Jambi turun ke jalan bersama manajemen Adya Group. Mereka menyasar pengendara sepeda motor, sopir angkutan umum, hingga pejalan kaki di titik-titik persimpangan yang padat aktivitas.
Pembagian masker ini merupakan wujud nyata kepedulian media terhadap dampak kesehatan yang ditimbulkan kabut asap. Ketua IJTI Pengda Jambi, Adrianus Susandra, menegaskan bahwa peran jurnalis tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mengambil aksi preventif di lapangan.
"Selain memberikan edukasi dan berita terkini terkait penanganan karhutla, kami di IJTI juga merasa bertanggung jawab untuk melakukan aksi preventif. Pembagian ribuan masker ini adalah bentuk kepedulian langsung media dan mitra kerja terhadap masyarakat," ujarnya di sela-sela kegiatan.
Kualitas udara di Jambi saat ini memang tengah menurun. Berdasarkan indeks standar pencemaran udara (ISPU), kondisi udara di Kota Jambi masuk kategori sedang hingga tidak sehat.
Kabut asap yang menyelimuti wilayah perkotaan sebagian besar merupakan asap kiriman dari titik panas (hotspot) karhutla di sejumlah kabupaten. Beberapa di antaranya berasal dari Muaro Jambi, Tebo, dan Tanjung Jabung Barat yang terbawa angin.
CEO Adya Group, Ade Erlanda, menyampaikan bahwa kegiatan sosial ini merupakan wujud tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) terhadap isu lingkungan dan kesehatan. Pihaknya berharap langkah ini bisa meringankan beban warga yang tetap harus beraktivitas di luar rumah.
"Kabut asap bukan hanya berdampak pada jarak pandang, tetapi juga mengintai kesehatan pernapasan warga. Melalui sinergi dengan kawan-kawan IJTI Jambi, kami ingin memastikan masyarakat tetap terlindungi saat beraktivitas di luar rumah. Ini adalah langkah awal dari komitmen kami untuk terus hadir di tengah masyarakat," kata Ade.
Inisiatif ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Banyak pengguna jalan merasa terbantu dengan adanya pembagian masker gratis di tengah kekhawatiran meningkatnya ketebalan kabut asap.
Selain membagikan masker, tim gabungan juga mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar rumah jika kondisi ISPU terus memburuk. Langkah kolaboratif antara sektor swasta dan organisasi pers ini diharapkan menginspirasi pihak lain untuk turut menjaga kesehatan lingkungan di Jambi.