JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 35,42 poin atau 0,56 persen ke posisi 6.337,19 pada perdagangan sesi I, Jumat. Penguatan ini terjadi di tengah respons positif pelaku pasar terhadap pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026.
Volume transaksi tercatat sebanyak 1.031.000 kali dengan jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 17,04 miliar lembar senilai Rp6,47 triliun.
Elandry Pratama menilai pernyataan Presiden Prabowo dalam pidato pengantar RUU APBN Tahun Anggaran 2027 menjadi katalis utama yang memperkuat minat beli investor. Ia menyebut pidato tersebut mampu menjadi pemicu sentimen positif di pasar modal.
"Statement Pak Prabowo bisa menjadi sentiment booster yang memperkuat minat beli, kemudian direspons pasar melalui kenaikan harga saham," ujar Elandry saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat.
Menariknya, minat beli yang muncul kali ini lebih terarah ke saham-saham perusahaan pelat merah. Hal ini tidak lepas dari penyebutan sejumlah nama BUMN dalam pidato Presiden.
"Mungkin jika dikaitkan dengan pidato hari ini, minat beli memang lebih terarah ke saham-saham BUMN terlebih dahulu. Seperti yang kita tahu, BUMN dapat menjadi eksekutor pemerintah yang cepat dan taktis dalam menjalankan berbagai program maupun menyelaraskan strategi bisnis dengan kebijakan pemerintah," jelas Elandry.
Kendati demikian, Elandry mengingatkan agar optimisme ini tidak berlebihan. Penguatan IHSG yang didorong sentimen politik biasanya bersifat jangka pendek dan rawan aksi ambil untung atau profit taking.
"Adanya potensi profit taking tetap membayangi, karena penguatan yang didorong sentimen seperti ini biasanya cenderung bersifat jangka pendek," katanya.
Ia menegaskan bahwa kelanjutan penguatan pasar sangat bergantung pada perbaikan fundamental dan kinerja emiten. Kondisi global juga tetap menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan.
"Namun harapan penguatan lebih lanjut perlu diikuti oleh perbaikan fundamental dan kinerja emiten, tanpa mengesampingkan kondisi serta sentimen global saat ini," ujar Elandry.
Elandry menyebut pidato kenegaraan Presiden akan menjadi salah satu agenda penting yang menentukan arah pasar saham ke depan. Pelaku pasar akan fokus pada penegasan kebijakan ekonomi, fiskal, investasi, dan stimulus.
"Pidato kenegaraan Presiden Prabowo akan menjadi salah satu market-moving event yang cukup diperhatikan pelaku pasar, terutama jika ada penegasan mengenai arah kebijakan ekonomi, fiskal, investasi, dan stimulus," pungkasnya.
Dalam pidato pengantar RUU APBN 2027, pasar juga akan mencermati target pertumbuhan ekonomi, defisit anggaran, asumsi kurs Rupiah, serta strategi pembiayaan pemerintah. Sebelumnya, Badan Anggaran DPR RI melaporkan program prioritas nasional 2027 mencakup delapan klaster, mulai dari kedaulatan pangan, kemandirian energi, hilirisasi, hingga penurunan kemiskinan.