JAMBI — Operasi pencarian dan penyelamatan korban gempa bumi di Kolombia bagian barat masih terus berlangsung hingga hari ketiga. Dilaporkan oleh Báo Công an Nhân dân pada 13 Agustus 2026, pihak berwenang mengonfirmasi sedikitnya 265 orang tewas, sementara sekitar 500 orang lainnya masih hilang dan hampir 4.000 orang mengalami luka-luka.
Bencana ini juga menghancurkan lebih dari 9.000 rumah. Di kota Cali, kota terbesar ketiga di Kolombia, tercatat 56 bangunan runtuh total dan sedikitnya 95 orang meninggal dunia. Kota Pereira mencatatkan 79 korban jiwa dengan sekitar 300 orang masih belum ditemukan.
Salah satu momen yang menjadi penyemangat di tengah duka adalah penyelamatan bayi bernama Salomón yang baru berusia tiga bulan. Ia ditemukan di gedung Torres del Limonar berlantai lima di Cali pada 12 Agustus waktu setempat.
Tim penyelamat yang sedang mencari di antara reruntuhan beton mendengar suara samar dari bawah panggilan: "Saya di bawah sini... Saya bersama seorang bayi." Suara itu berasal dari Juan David Gómez, ayah Salomón. Petugas segera melacak sumber suara dan membongkar struktur bangunan sedikit demi sedikit selama berjam-jam hingga akhirnya berhasil mengeluarkan bayi tersebut dalam keadaan hidup, meski tertutup debu.
Juan David kemudian berhasil dievakuasi dengan cedera di tangan. Ia sempat terjepit lempengan beton, namun dalam kondisi berbahaya itu ia tetap memeluk anaknya erat-erat dan memberi isyarat minta tolong kepada orang di luar.
Setelah penyelamatan Salomón dan ayahnya, tim penyelamat kini berfokus mencari ibu bayi tersebut, Valentina Vanegas Galiano (29 tahun), seorang arsitek. Rekan-rekan Valentina, termasuk arsitek, insinyur, dan pekerja konstruksi, telah berbondong-bondong datang ke lokasi untuk membantu koordinasi pencarian.
Di luar gedung, puluhan warga menunggu dengan cemas. Petugas penyelamat berulang kali meminta semua orang diam untuk mendengarkan suara sekecil apa pun dari bawah puing. Dalam 12 jam pertama setelah gempa, lebih dari 20 orang berhasil diselamatkan hidup-hidup dari kompleks perumahan Torres del Limonar, dan tiga orang lainnya ditemukan hidup kemudian.
Di lokasi lain di Cali, seorang pria berusia 35 tahun ditarik dari reruntuhan sekitar pukul 4 pagi pada 12 Agustus. Departemen pemadam kebakaran Cali mengumumkan di media sosial, "Kami menemukan nyawa di bawah reruntuhan… Setiap menit sangat berharga." Pada hari yang sama, Diana Troncoso (31 tahun) juga diselamatkan setelah terjebak berjam-jam. Ayahnya, Álvaro Troncoso Torres, menyebut keselamatan putrinya sebagai "sebuah keajaiban."
Lebih dari 200 kilometer dari Cali, di kota Pereira, seorang wanita berusia 32 tahun ditemukan hidup setelah terkubur selama hampir 38 jam. Proses pembebasannya memakan waktu sekitar 10 jam karena lengannya terjepit pintu logam. Momen evakuasi wanita itu disambut sorak sorai dari sekitar 50 relawan dan petugas penyelamat yang hadir di lokasi.
Walikota Cali, Alejandro Eder, menyatakan timnya masih menemukan tanda-tanda yang menunjukkan kemungkinan adanya korban selamat di bawah reruntuhan. "20 jam berikutnya adalah waktu paling kritis untuk mencari dan menyelamatkan para korban selamat. Setiap menit sangat berarti," kata Eder.
Para ahli meyakini tiga hari pertama pasca-gempa adalah waktu emas untuk operasi pencarian. Semakin lama waktu berlalu, peluang menemukan korban selamat semakin menipis. Tim gabungan yang terdiri dari petugas pemadam kebakaran, tentara, polisi, dan sukarelawan terus bekerja tanpa lelah dalam kondisi sulit, sementara risiko gempa susulan masih mengancam keselamatan mereka.