MUARO JAMBI — Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Provinsi Jambi masih melakukan pendinginan di sejumlah titik lahan gambut yang terbakar di Desa Persiapan Air Merah, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi. Hal itu dipastikan setelah Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar bersama Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Budi Irawan melakukan pemantauan langsung dari udara menggunakan pesawat bersayap tetap milik BNPB, Rabu.
Patroli udara tersebut menyusuri area bekas kebakaran untuk memastikan upaya pemadaman yang dilakukan Satgas Karhutla Provinsi Jambi berjalan optimal. Hasil pemantauan menunjukkan api di sejumlah titik telah berhasil dipadamkan, namun masih terdapat asap di beberapa lokasi.
"Alhamdulillah, api sudah padam, namun masih ada asap sehingga pendinginan dan pemantauan terus dilakukan," kata Krisno dalam keterangannya.
Menurut Krisno, proses pendinginan pada lahan gambut tidak bisa dilakukan setengah-setengah. Ia menegaskan bahwa api berpotensi kembali muncul apabila proses pendinginan belum dilakukan secara menyeluruh hingga ke lapisan tanah di bawah permukaan.
Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Budi Irawan menambahkan bahwa sinergi lintas instansi terus diperkuat untuk memastikan penanganan karhutla berjalan cepat, terukur, dan efektif. Satgas Karhutla Provinsi Jambi bersama seluruh unsur terkait akan terus melakukan pemantauan hingga lokasi dinyatakan aman.
Di tengah upaya pemadaman, Polda Jambi juga membuka penyelidikan terkait penyebab kebakaran. Krisno menyatakan penegakan hukum akan dilakukan secara tegas setelah kondisi lahan dinyatakan aman.
"Setelah api dipastikan padam dan kondisi lahan aman, kami akan melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran dan siapa yang bertanggung jawab. Penegakan hukum akan kami lakukan secara tegas," ujarnya.
Saat ini, Polda Jambi telah menerima enam laporan polisi dan menangani tujuh tersangka terkait perkara kebakaran hutan dan lahan. Krisno meminta dukungan masyarakat dan berjanji proses penyelidikan dilakukan secara profesional dengan pembaruan perkembangan kasus secara berkala.
Krisno mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan. Ia mencontohkan kebiasaan membakar sampah sembarangan hingga membuka lahan dengan cara dibakar sebagai tindakan yang sangat berbahaya.
"Jangan membakar sampah sembarangan karena bisa menjadi penyebab kebakaran. Apalagi membuka lahan kemudian dibakar. Ini sangat berbahaya," tegasnya.
Satgas Karhutla sendiri telah mengerahkan berbagai upaya penanganan, mulai dari pemadaman melalui jalur darat hingga operasi pengeboman air atau water bombing untuk menjangkau area yang sulit diakses. Pemantauan udara dengan helikopter juga dilakukan untuk melihat langsung kondisi lahan gambut yang terbakar di Kabupaten Muaro Jambi.