JAMBI — Data pemantauan kualitas udara langsung dari IQAir menunjukkan kondisi udara di Jambi memasuki level yang perlu diwaspadai pada Selasa (11/8/2026) pagi. Angka indeks kualitas udara (AQI) tembus 166, sebuah kategori yang masuk dalam level tidak sehat bagi kelompok sensitif.
Konsentrasi PM2.5, polutan utama yang menjadi pemicu, tercatat mencapai 77,5 µg/m³. Angka ini berada jauh di atas standar kualitas udara sehat yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sehingga berisiko bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan.
Data yang dirilis IQAir tersebut merupakan hasil kompilasi dari dua stasiun pemantauan. Kontributor data berasal dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Kondisi atmosfer turut mempengaruhi akumulasi polutan di pagi hari. Suhu udara di Jambi tercatat sekitar 23 derajat Celsius dengan kelembapan mencapai 85 persen. Kecepatan angin yang rendah, hanya sekitar 4 kilometer per jam, membuat partikel halus cenderung tidak mudah tersebar dan bertahan di lapisan udara permukaan.
Meski pagi ini berada di level tidak sehat, data prakiraan per jam dari IQAir menunjukkan potensi perbaikan bertahap sepanjang hari. Indeks diperkirakan turun perlahan seiring meningkatnya suhu dan sirkulasi udara.
Pada pukul 08.00 WIB, AQI diprediksi turun ke angka 160, lalu menyentuh 154 pada pukul 09.00 WIB. Tren penurunan ini diprakirakan berlanjut hingga tengah hari, dengan indeks menyentuh 136 pada pukul 12.00 WIB.
Masyarakat, terutama lansia, anak-anak, dan individu dengan gangguan pernapasan, disarankan membatasi aktivitas fisik berat di luar ruangan. Penggunaan masker dapat menjadi langkah antisipasi untuk mengurangi paparan partikel halus.
Data yang dipaparkan ini merupakan hasil pemantauan langsung sehingga angka AQI dan konsentrasi polutan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika cuaca dan aktivitas di lapangan sepanjang hari.