KERINCI — Jalan Sungai Sampun-Renah Kasah merupakan jalur utama yang menghubungkan sejumlah desa terpencil di Kabupaten Kerinci, Jambi, dengan pusat kecamatan dan kota. Kondisinya yang rusak membuat warga kesulitan menjangkau pasar dan fasilitas kesehatan seperti rumah sakit.
Kerusakan di ruas jalan ini bukan persoalan baru. Namun dampaknya kini semakin terasa, terutama bagi warga yang menggantungkan hidup pada akses jalan tersebut untuk menjual hasil pertanian atau membeli kebutuhan pokok.
Jalan Sungai Sampun-Renah Kasah bukan sekadar akses alternatif. Bagi warga di desa-desa yang berada di ujung ruas ini, jalan tersebut adalah satu-satunya penghubung dengan dunia luar.
Setiap hari, pengendara sepeda motor dan mobil pick-up yang mengangkut hasil bumi harus melintasi jalan yang rusak dengan kecepatan rendah. Waktu tempuh pun membengkak, dan risiko kecelakaan meningkat.
Dampak kerusakan jalan ini langsung dirasakan pada roda perekonomian warga. Biaya transportasi membengkak karena kendaraan perlu perawatan lebih, sementara harga barang kebutuhan pokok di desa cenderung lebih mahal akibat sulitnya distribusi.
Selain ekonomi, akses ke layanan kesehatan juga menjadi taruhan. Warga yang sakit parah harus menempuh perjalanan panjang dan berat untuk mencapai rumah sakit, sebuah kondisi yang sangat berisiko dalam situasi darurat.
Belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Kerinci mengenai penanganan ruas jalan Sungai Sampun-Renah Kasah. Warga berharap perbaikan segera dilakukan sebelum kondisi jalan semakin parah dan memutus total akses desa.
Perbaikan jalan ini dinilai krusial tidak hanya untuk memulihkan aktivitas ekonomi, tetapi juga menjamin akses sosial dan kesehatan dasar bagi warga desa terpencil di Kerinci.