JAMBI — Boltt, produsen wearable asal India yang mulai merambah pasar ponsel, mengonfirmasi spesifikasi kamera untuk Ace 5G dan Evo. Pengumuman ini hadir kurang dari seminggu sebelum jadwal rilis resmi di India, Senin (25/8). Dengan harga yang diperkirakan kompetitif, kedua perangkat ini mencoba menawarkan kemampuan fotografi yang biasanya baru ditemui di kelas harga lebih tinggi.
Perbedaan utama antara kedua model terletak pada sensor utama. Ace 5G menjadi varian tertinggi dengan kamera belakang 64 megapiksel dan bukaan aperture f/1.8, yang memungkinkan lebih banyak cahaya masuk ke sensor. Sementara itu, Evo menggunakan kamera utama 50 MP untuk kebutuhan fotografi harian.
Untuk kamera selfie, kedua ponsel sama-sama mengandalkan sensor 8 MP dengan dukungan Real Tone. Fitur ini diklaim mampu mereproduksi warna kulit secara akurat, sebuah standar yang mulai banyak diadopsi pabrikan lain.
Boltt tidak hanya mengandalkan hardware. Perangkat lunak menjadi nilai jual utama lewat integrasi layanan Google. Beberapa fitur AI yang dikonfirmasi hadir antara lain Face Unblur, Night Mode, dan AI Portraits. Face Unblur berguna untuk menangkap objek bergerak dengan hasil tajam, sementara Night Mode bekerja untuk kondisi minim cahaya.
Yang menarik, kedua ponsel ini mendukung Circle to Search dan Google Lens. Dengan Gemini sebagai mesin pengolah, pengguna bisa melakukan pencarian visual langsung dari layar—cukup lingkari objek di tangkapan layar untuk mencari informasi tanpa berpindah aplikasi. Fitur ini biasanya menjadi pembeda di kelas flagship, jadi kehadirannya di ponsel Boltt layak diperhatikan.
Sampai berita ini diturunkan, Boltt belum mengumumkan harga resmi untuk Ace 5G dan Evo. Informasi tersebut baru akan dirilis bersamaan dengan peluncuran di India pada 25 Agustus mendatang. Belum ada konfirmasi apakah kedua perangkat ini akan masuk pasar Indonesia, namun mengingat strategi ekspansi Boltt yang agresif, kemungkinan tersebut tetap terbuka.
Dengan spesifikasi yang diumumkan, Ace 5G dan Evo akan bersaing langsung dengan pemain mapan seperti Redmi Note series dan Realme Number series. Keunggulan utama Boltt ada pada integrasi AI Google yang tampaknya menjadi fokus utama pemasaran mereka. Namun, tanpa informasi soal chipset dan baterai, daya saing jangka panjang kedua ponsel ini masih menjadi tanda tanya.
Bagi pengguna yang mengutamakan fitur kamera serba bisa dengan bantuan AI, Ace 5G menjadi pilihan paling menarik berkat sensor 64 MP-nya. Sementara Evo bisa menjadi opsi bagi mereka yang ingin merasakan ekosistem AI Google dengan budget lebih hemat.