JAKARTA — Langkah ini merupakan tindak lanjut instruksi Presiden Prabowo Subianto yang meminta negara hadir melindungi warga dari ancaman kabut asap. Operasi modifikasi cuaca (OMC) juga telah dirancang bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mempercepat proses pemadaman.
"Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pangdam, Kapolda, Menhut serta jajaran kepala Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru untuk terus melakukan upaya sekeras-kerasnya untuk sesegera mungkin melakukan proses pemadaman supaya tidak terus meluas," ujar Prasetyo di Kompleks Parlemen, Senin.
Prasetyo memastikan seluruh aset pendukung pemadaman telah dikoordinasikan langsung dengan jajaran terkait. Ia merinci sejumlah perlengkapan yang disiagakan untuk menjangkau area terdampak.
"Kemudian peralatan-peralatan termasuk water bombing, helikopter, dan pesawat-pesawat yang dapat membantu untuk mengatasi karhutla sesuai dengan petunjuk dan perintah Bapak Presiden tadi malam, hari ini semua kami koordinasikan," katanya.
Kondisi cuaca yang sangat kering disebut menjadi pemicu utama meluasnya api. Prasetyo mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu percikan api di lahan.
"Kami mengimbau seluruh masyarakat bahwa memang ini kondisi cuaca yang sangat kering sehingga rentan percikan-percikan api sehingga kami mohon dengan sangat kepada seluruh masyarakat untuk kita mawas diri, menghindari melakukan sesuatu yang berpotensi menimbulkan kebakaran-kebakaran yang tidak terkendali," tuturnya.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa karhutla bukan sekadar persoalan kerusakan lingkungan. Dampaknya langsung menyentuh layanan publik, mulai dari lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), peliburan sekolah, hingga gangguan operasional bandara.
"Perintah Bapak Presiden Prabowo Subianto jelas, pemerintah siap melindungi warga negara kita dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. Negara hadir untuk mencegah kebakaran hutan," kata Raja Juli, Jumat (7/8).
Ia menegaskan, "Ini tidak boleh terjadi lagi."
Pemerintah optimistis upaya pencegahan tahun ini membuahkan hasil. Meski fenomena El Nino diperkirakan datang lebih cepat akibat perubahan iklim, target penurunan angka karhutla tetap dipasang lebih rendah dibandingkan tahun lalu.
"Mudah-mudahan tahun ini angka karhutla jauh lebih rendah dibandingkan 2023, dengan dampak yang seminimal mungkin bagi masyarakat," ucap Menhut.