JAMBI — Pasar tablet Indonesia sedang ramai dengan produk-produk yang secara terang-terangan menyasar pengguna laptop. Lenovo menawarkan layar lega, Huawei mengunggulkan pengalaman menulis, Samsung membawa mode desktop DeX, Xiaomi mengandalkan performa chipset flagship, dan Oppo menjual kenyamanan visual lewat panel matte.
Kelima tablet ini diposisikan sebagai pengganti laptop untuk pekerjaan produktivitas ringan. Namun, sebelum mengeluarkan uang puluhan juta, ada beberapa catatan penting yang perlu Anda pahami dari masing-masing perangkat.
Performa ditopang MediaTek Dimensity 8350 dengan RAM 8 GB dan penyimpanan 256 GB UFS 4.0. Baterainya 9.520 mAh dengan dukungan pengisian cepat 67 watt. ColorOS 15 menyediakan split screen, floating window, dan Multi-Screen Connect untuk produktivitas.
Harga Oppo Pad 3 Matte Display Edition berada di kisaran Rp 8,9 jutaan. Dua kekurangan yang perlu Anda sadari: tidak ada sensor sidik jari, dan aksesori keyboard generasi sebelumnya tidak kompatibel dengan model ini.
Harga Galaxy Tab S10 FE 5G sekitar Rp 8,5 jutaan. Catatan penting: penyimpanan internalnya hanya 128 GB, dan port USB-C-nya masih memakai standar USB 2.0. Artinya, transfer file dalam jumlah besar akan terasa lambat, dan opsi konektivitas fisiknya terbatas.
Keduanya dibekali baterai 9.200 mAh. Pad 8 Pro mendapat pengisian cepat 67 watt, sementara varian reguler 45 watt. Xiaomi menyertakan Work Mode dan WPS Office PC untuk kebutuhan produktivitas.
Harga Xiaomi Pad 8 Pro sekitar Rp 9,4 jutaan, dan Pad 8 reguler di angka Rp 7,4 jutaan. Pad 8 Pro jelas lebih menarik untuk gaming berat, tapi kalau kebutuhan Anda hanya mengetik dan browsing, varian reguler sudah lebih dari cukup.
Tablet kini memang bisa menjadi perangkat utama yang lebih ringan dan fleksibel dibanding laptop. Tapi pastikan pekerjaan Anda tidak membutuhkan software desktop yang spesifik—kalau iya, tablet mana pun di daftar ini akan membuat Anda kembali membuka laptop.