KUALA TUNGGAL — Bupati Tanjung Jabung Barat Anwar Sadat menyebut aksi bersih lingkungan yang melibatkan ratusan anggota Pramuka ini membuktikan bahwa nilai-nilai dalam Dasa Darma tidak sekadar dihafalkan, melainkan diamalkan langsung di tengah masyarakat. Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk melestarikan budaya gotong royong yang menjadi warisan luhur bangsa.
"Hari ini adik-adik Pramuka membuktikan bahwa Dasa Darma tidak hanya dihafalkan, tetapi benar-benar diamalkan melalui aksi nyata di lapangan," kata Anwar Sadat di Kuala Tungkal, Jumat.
Menurut Anwar Sadat, gerakan Pramuka kerap diidentikkan dengan seragam, kegiatan baris-berbaris, dan kemah. Padahal, organisasi kepanduan ini merupakan wadah pembentukan karakter yang mengajarkan pengabdian kepada masyarakat.
Ia mencontohkan pengamalan Dasa Darma kedua yang mengajarkan cinta alam dan kasih sayang sesama manusia, serta Dasa Darma kelima yang menekankan sikap rela menolong. Nilai kebersamaan inilah yang menjadi modal penting dalam pembangunan Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Bupati mengingatkan bahwa semangat gotong royong merupakan kekuatan yang digunakan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan. Karena itu, nilai tersebut harus terus dipelihara oleh generasi muda.
"Kepada adik-adikku para generasi muda, tunjukkan bahwa Pramuka Tanjab Barat adalah garda terdepan yang peduli terhadap lingkungan, tangguh, dan siap berkontribusi bagi kemajuan daerah," tegasnya.
Usai arahan, para peserta yang terdiri dari anggota Pramuka dan pegawai pemerintah langsung bergerak menyisir titik-titik strategis di Kota Kuala Tungkal. Fokus utama pembersihan adalah sampah plastik yang kerap menyumbat saluran air dan merusak pemandangan kawasan wisata.
Lokasi yang menjadi sasaran aksi bersih-bersih meliputi Jalan Sriwijaya dan Jalan Jenderal Sudirman. Rute pembersihan dimulai dari depan kantor bupati, kawasan masjid raya, hingga lokasi wisata bahari water front city.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran warga untuk tidak membuang sampah sembarangan, khususnya di kawasan publik dan objek wisata.