JAMBI — Seluruh kamar dan fasilitas perawatan di panti ODGJ milik Pemerintah Provinsi Jambi dilaporkan penuh. Kepala Dinsosdukcapil Provinsi Jambi, Edy Kusmiran, menyebut jumlah penghuni saat ini mencapai sekitar 165 orang, sama persis dengan kapasitas yang tersedia.
"Posisinya sekarang sudah penuh. Jumlah penghuni sekitar 165 orang. Kalau ditambah lagi, sudah tidak ada tempat," tuturnya, Minggu (2/8/2026).
Edy menegaskan bahwa penanganan ODGJ memiliki standar pelayanan yang berbeda dibandingkan panti sosial lainnya. Fasilitas yang ada harus menjamin keamanan dan keselamatan pasien secara ketat.
"Perlakuan terhadap ODGJ berbeda dengan penghuni panti lainnya. Jika dipaksakan melebihi kapasitas, tentu akan menimbulkan berbagai persoalan," ujarnya.
Keterbatasan ruang ini menjadi alasan utama pengajuan penambahan infrastruktur. Dinsosdukcapil Provinsi Jambi berencana mengusulkan pembangunan ruang atau gedung perawatan baru pada tahun anggaran 2027.
"Mudah-mudahan pada 2027 nanti ada penambahan ruang perawatan baru dan usulan tersebut dapat disetujui," harapnya.
Edy juga mengingatkan masyarakat tentang prosedur penerimaan pasien di panti tersebut. Pihaknya tidak menerima penitipan langsung dari keluarga, melainkan hanya pasien yang telah melalui penanganan medis di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Provinsi Jambi.
"Kami hanya menerima pasien rujukan dari Rumah Sakit Jiwa. Jika ada anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa tetapi belum menjalani penanganan di RSJD, tentu belum bisa kami terima," tutupnya.
Langkah ini diambil untuk memastikan setiap pasien yang masuk ke panti telah mendapatkan