JAKARTA — Warga Jambi dan Sumatera Selatan bakal segera menikmati koneksi tol langsung setelah ruas Betung–Jambi Seksi 1 rampung. Proyek ini menjadi andalan utama Hutama Karya dalam mendongkrak pendapatan berulang dari pengoperasian jalan tol.
Ruas Betung–Jambi sepanjang 16,8 km merupakan bagian dari ekspansi 24,4 km ruas tol baru yang ditambahkan perseroan pada Triwulan II 2026. Selain Betung–Jambi, ada ruas Palembang–Betung (4,5 km) dan Rengat–Pekanbaru (3,1 km) yang ikut mendorong total kumulatif JTTS yang telah dibangun menjadi 1.117,6 km.
Capaian penambahan panjang jalan tol ini melambung 2,4 kali lipat dibandingkan penambahan 10,1 km pada Triwulan I 2026. Direktur Utama Hutama Karya, Koentjoro, menegaskan bahwa pengoperasian jalan tol kini menjadi kontributor laba utama perusahaan.
"Capaian laba Semester I 2026 menegaskan bahwa transformasi Hutama Karya berjalan pada arah yang tepat. Saat kontribusi JTTS semakin besar sebagai sumber pendapatan berulang, kami juga tetap disiplin menjaga kualitas order book dan kesehatan neraca," ujar Koentjoro dalam rapat koordinasi.
Pergeseran model bisnis dari kontraktor murni menjadi pengembang dan operator infrastruktur mulai terlihat. Laba bersih konsolidasi yang mencapai 174,96 persen dari target RKAP menjadi bukti awal keberhasilan strategi tersebut. Perusahaan juga mencatatkan nilai kontrak baru sebesar Rp6,30 triliun pada Semester I 2026, tumbuh 22,1 persen secara tahunan.
Kontrak baru itu berasal dari proyek jalan, jembatan, gedung, sumber daya air, manufaktur, serta Operation & Maintenance (O&M) jalan tol. Posisi order book hingga akhir Triwulan II 2026 naik 6,24 persen dibandingkan triwulan sebelumnya, dengan mayoritas didominasi proyek pemerintah.
Dari sisi keuangan, ekuitas perusahaan tumbuh 2,30 persen year-on-year, mencapai 101,49 persen dari target RKAP. Sementara itu, beban utang berhasil ditekan turun 11,49 persen YoY. Tren deleveraging ini konsisten berjalan sejak 2024 untuk memperkuat struktur permodalan.
Dengan progres pembangunan ruas Betung–Jambi yang on track, Hutama Karya optimistis target operasi akhir tahun dapat tercapai. Masyarakat Jambi pun menantikan konektivitas tol yang akan memangkas waktu tempuh dan biaya logistik antarprovinsi.