Para siswa tidak hanya menerima teori di dalam kelas. Mereka diajak langsung ke lapangan untuk mengenal dan mengoperasikan berbagai alat pemadam kebakaran, mulai dari alat manual hingga Fire Pump yang biasa digunakan tim pemadam saat menangani Karhutla.
Dua pemateri dihadirkan dalam kegiatan ini. Arif Rahman Putra menyampaikan materi pendidikan konservasi, sementara Muhammad Syulpajri memaparkan secara detail bahaya dan dampak kebakaran hutan serta lahan bagi lingkungan dan kesehatan.
Antusiasme terlihat saat sesi praktik. Para siswa secara bergantian mencoba mengoperasikan Fire Pump, alat yang menjadi andalan dalam penanganan kebakaran di lahan gambut dan hutan. Mereka juga diperkenalkan dengan alat pemadam manual yang lebih sederhana.
Kepala SMAN 1 Tebo, Agus Sulistyo, S.Pd., M.Pd., menyambut baik inisiatif perusahaan tersebut. Ia menilai kegiatan ini membuka wawasan siswa tentang pentingnya menjaga hutan dan bahaya asap Karhutla bagi kesehatan.
"Kegiatan ini sangat bermanfaat dan membuka wawasan siswa-siswi kami tentang pentingnya menjaga hutan, bahaya asap Karhutla bagi kesehatan, serta peran generasi muda dalam pelestarian lingkungan," ujar Agus dalam sambutannya.
PT Tebo Multi Agro berharap edukasi sejak dini mampu melahirkan generasi yang mencintai alam dan berani bersama-sama menyerukan "STOP KARHUTLA". Para pelajar didorong menjadi Duta Peduli Lingkungan bagi keluarga dan lingkungan sekitar, terutama di wilayah yang rawan kebakaran hutan dan lahan.
Kegiatan ini turut dihadiri Deka Novendri (RPK), Soniman (CD), Faisal (SO), Deha A Fidiah Fitri (EO), Widy Agung (PSG), jajaran majelis guru, serta Babinsa Desa Teluk Kuali, Faisal. Kehadiran Babinsa menunjukkan sinergi antara perusahaan, sekolah, dan aparat keamanan dalam upaya pencegahan Karhutla sejak dini.