BANGKO — Pemerintah Kabupaten Merangin menggelar pembukaan MTQH ke-52 di lokasi yang tak biasa. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, acara religi tahunan ini dipusatkan di sebuah bukit di Desa Bukit Batu, Kecamatan Sungai Manau, yang sengaja diratakan dan ditata dengan konsep artistik.
Dari bawah, panggung utama tampak megah dengan latar langit malam yang disinari lampu sorot. Dari atas bukit, pengunjung bisa melihat kerlap-kerlip lampu rumah penduduk dan penerangan jalan di kaki bukit. Bupati Merangin M. Syukur menyebut suasana itu mengingatkannya pada kota pegunungan.
"Ini dulu adalah bukit, lalu dibuat sebaik mungkin. Rasa-rasanya seperti sedang berada di Bandung," ujar Bupati Merangin, M. Syukur, saat ditemui awak media di lokasi.
Prosesi pembukaan ditandai dengan pemukulan beduk dan letupan kembang api oleh Bupati M. Syukur, didampingi Wakil Bupati A. Khafidh dan Sekda Zulhifni. Ajang syiar Islam tahun ini mengusung tema "Mewujudkan Generasi yang Qurani, Berakhlak Mulia, dan Berdaya Saing Menuju Merangin Baru 2030".
Dalam sambutannya, Bupati M. Syukur menekankan bahwa kemajuan daerah tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik. Menurutnya, sumber daya manusia yang saleh dan unggul menjadi fondasi utama menuju Merangin Baru 2030.
"Merangin Baru 2030 harus dibangun oleh manusia yang berkualitas—manusia yang cerdas pikirannya, bersih hatinya, kuat akhlaknya, dan dekat dengan Tuhannya. Sejarah telah membuktikan bahwa bangsa yang besar akan runtuh ketika moralnya rapuh," tegas Bupati.
Bupati juga menyampaikan target besar untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur'an hingga ke pelosok desa. Ia ingin setiap desa memiliki semangat mengaji dan setiap keluarga menjadikan Al-Qur'an sebagai bacaan harian.
"Kami ingin setiap anak Merangin bangga menjadi generasi yang qurani," ungkapnya.