350 Kepala Keluarga di Danau Sipin Kota Jambi Kumpulkan Sampah, 85 Nasabah PNM Bayar Angsuran dari Hasil Penjualan

Penulis: Tengku Syafri  •  Jumat, 17 Juli 2026 | 22:33:31 WIB
Tiga ratus lima puluh kepala keluarga di Danau Sipin, Kota Jambi, mengumpulkan sampah plastik untuk membayar angsuran kredit.

KOTA JAMBI — Program bank sampah yang mengubah limbah plastik menjadi alat bayar angsuran kredit ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Jambi. Ketua Bank Sampah Dayungha Bibiah, Leni Haini, menyebut terobosan ini lahir dari kebutuhan akan solusi ekonomi sekaligus lingkungan.

"Ini terobosan baru, nasabah menjual sampah, hasilnya bisa digunakan untuk membayar angsuran kredit," kata Leni di Kota Jambi, Jumat.

Mekanisme Setor Sampah Jadi Angsuran

Setiap pekan, para nasabah datang ke bank sampah untuk menimbang sampah plastik yang telah dikumpulkan. Hasil penjualan bisa langsung dicairkan atau ditabung khusus untuk membayar angsuran program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) dari PNM.

Sampah yang dikumpulkan didominasi jenis plastik bernilai ekonomi tinggi. Dari total 350 kepala keluarga yang aktif, sebanyak 85 di antaranya merupakan nasabah PNM.

Dukungan Pemerintah: Sampah Jadi Cuan

Camat Danau Sipin, Ferdinand Faizal Harahap, menegaskan bahwa program ini memberi manfaat ganda: membersihkan lingkungan dan menambah pendapatan keluarga. Pemerintah kota turut memfasilitasi pengelolaan limbah organik dan anorganik melalui Tempat Pengolahan Sampah 3R (TPS3R) yang telah dibangun di lokasi.

"Kita mengupayakan sampah menjadi cuan, program ini sangat positif membantu ekonomi warga, sejalan dengan keinginan pemerintah," ungkap Ferdinand di lokasi penimbangan.

PNM Siap Perluas ke Seluruh Jambi

Pimpinan PNM Cabang Jambi, Erwin Safriadi, menjelaskan bahwa program tabungan sampah ini merupakan piloting di Unit Telanaipura 2 yang memiliki 4.000 nasabah. Pihaknya berencana memperluas program ke seluruh unit di Kota Jambi dan 11 kabupaten/kota lainnya di Provinsi Jambi.

"Kita akan minta dukungan pemerintah setempat, tidak menutup kemungkinan akan menyasar seluruh wilayah di Jambi. Itu sangat potensi, apalagi total nasabah kita telah menyentuh 275 ribu orang," kata Erwin.

Program ini dinilai menjadi solusi konkret mengatasi permasalahan sampah di kawasan Danau Sipin sekaligus memperkuat ekonomi keluarga melalui skema keuangan inklusif berbasis lingkungan.

Reporter: Tengku Syafri
Sumber: jambi.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top