TEBO — Nazar Efendi menegaskan, kualitas pembina menjadi faktor penentu keberhasilan pembentukan karakter peserta didik di Gerakan Pramuka. Tanpa pembina yang kompeten, proses penanaman nilai kepemimpinan, kedisiplinan, dan semangat kebangsaan pada generasi muda tidak akan berjalan optimal.
Dalam sambutannya, Nazar menyebut Kursus Mahir Dasar merupakan langkah awal yang strategis untuk menciptakan pembina yang profesional. “Gerakan Pramuka merupakan salah satu wadah yang sangat penting dalam membentuk karakter generasi muda. Karena itu, kualitas para pembina harus terus ditingkatkan melalui pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembina yang berkualitas akan mampu melahirkan anggota Pramuka yang berkarakter dan memiliki daya saing. Diklat KMD ini menjadi bekal bagi para peserta untuk menjalankan tugas pembinaan secara lebih efektif dan terukur.
Pemerintah Kabupaten Tebo berkomitmen mendukung penguatan Gerakan Pramuka sebagai sarana pembinaan generasi muda. Nazar menekankan, organisasi ini berperan strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, disiplin, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Melalui diklat ini, pihaknya berharap lahir pembina-pembina dengan dedikasi dan semangat pengabdian tinggi. Targetnya, generasi muda Tebo yang berkualitas dan berjiwa kebangsaan bisa terwujud secara berkelanjutan.
Menurut Nazar, keberhasilan pembinaan di Pramuka tidak bisa dilepaskan dari kapasitas para pembinanya. Kursus Mahir Dasar menjadi fondasi penting untuk mencetak tenaga pendidik yang mampu memberikan pendidikan kepramukaan secara optimal. Tanpa fondasi yang kuat, tujuan menanamkan nilai integritas dan pengabdian pada generasi muda sulit tercapai.
Diklat KMD Kwartir Ranting Rimbo Bujang ini diikuti oleh calon pembina dari berbagai sekolah dan gugus depan di wilayah setempat. Materi pelatihan mencakup teknik kepramukaan, manajemen satuan, hingga metode pembinaan karakter.