Menteri Pertanian Amran Ancaman Tutup Perusahaan yang Mainkan Harga TBS Sawit, Petani Jambi Terdampak

Penulis: Amrizal Halim  •  Kamis, 16 Juli 2026 | 10:14:02 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan siap menutup perusahaan yang terbukti menekan harga tandan buah segar (TBS) sawit di bawah kewajaran.

JAMBI — Pemerintah melalui Kementerian Pertanian memastikan tidak akan mentoleransi praktik permainan harga tandan buah segar (TBS) sawit yang merugikan petani. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan pihaknya siap menutup perusahaan yang terbukti sengaja menekan harga di bawah kewajaran.

"Pemerintah tidak akan mentoleransi praktik yang merugikan petani sawit," kata Amran saat berdialog dengan petani dan pemerintah daerah di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Rabu.

Harga TBS di Indonesia Sempat Jauh di Bawah Harga Dunia

Amran mengungkapkan adanya ketimpangan harga yang mencolok antara pasar global dan harga yang diterima petani di dalam negeri. Menurutnya, harga minyak sawit dunia saat ini setara dengan sekitar Rp 27 ribu per kilogram TBS, namun di Indonesia harga sempat terpuruk di kisaran Rp 14 ribu hingga Rp 15 ribu per kilogram.

"Ketika nilai dolar menguat, yang seharusnya menikmati keuntungan adalah petani sawit, petani kopi, petani kakao, dan petani kelapa. Tapi justru harga sempat turun. Ini ada apa?" ujar Amran mempertanyakan praktik di lapangan.

Laporan Langsung ke Presiden dari Tanah Suci

Mentan mengaku langsung melaporkan kondisi harga sawit yang anjlok kepada Presiden Prabowo Subianto, bahkan saat dirinya masih berada di Tanah Suci untuk menjalankan ibadah. Respons cepat pun diberikan.

"Kami ditelepon. Saya sampaikan, selesai berdoa kami langsung bekerja. Kalau ada perusahaan yang tidak menaikkan harga dan menyakiti petani, bila perlu kita tutup perusahaannya. Ini menyangkut kehidupan sekitar 15 juta petani sawit di seluruh Indonesia," tegasnya.

Harga Mulai Pulih, Satgas Siaga Awasi Perusahaan Nakal

Setelah pengumuman pengawasan ketat dari pemerintah, harga TBS sawit perlahan menunjukkan pemulihan. Namun, Amran mengingatkan masih ada pihak-pihak yang mencoba kembali menekan harga di tingkat petani.

"Alhamdulillah, setelah kita umumkan langkah pemerintah, harga langsung bergerak naik dan sekarang sudah mulai pulih. Tetapi saya ingatkan, masih ada yang coba-coba menurunkan harga lagi. Kalau ada, Satgas akan menindak tegas," ujarnya.

Peringatan ini relevan bagi Provinsi Jambi yang merupakan salah satu sentra perkebunan sawit di Sumatera. Fluktuasi harga TBS kerap menjadi keluhan utama petani di kabupaten seperti Muaro Jambi, Batanghari, dan Tanjung Jabung Barat.

Pemerintah Targetkan Kesejahteraan Petani sebagai Indikator Keberhasilan

Amran menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya diukur dari volume produksi, tetapi dari meningkatnya kesejahteraan petani sebagai pelaku utama. Ia meminta semua pihak tidak menyakiti petani yang menjadi tulang punggung produksi pangan dan perkebunan nasional.

"Kalau mau negara berhasil, jangan sakiti rakyat. Temani rakyat, dorong rakyat untuk berproduksi. Itu tugas kita," tegasnya.

Dengan nilai ekspor sawit yang sangat besar, pemerintah berkomitmen membenahi tata niaga agar nilai tambah komoditas ini bisa dinikmati lebih besar oleh petani sekaligus meningkatkan devisa negara.

Reporter: Amrizal Halim
Sumber: jambi.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top