JAKARTA — BPJS Kesehatan tidak hanya mengandalkan kantor cabang untuk melayani 218.729 warga dalam lima bulan pertama 2026. Lewat VIOLA dan BPJS Keliling, peserta JKN di 100 kabupaten/kota bisa mengurus administrasi kepesertaan tanpa harus datang ke kantor pusat.
VIOLA memungkinkan masyarakat berinteraksi langsung dengan petugas melalui video conference. Layanan ini mencakup perubahan data Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), informasi kepesertaan, hingga pengaduan. Puskesmas menjadi lokasi dengan tingkat pemanfaatan tertinggi, dan mayoritas pengguna berasal dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) JKN.
Selain VIOLA, BPJS Kesehatan mengoperasikan layanan BPJS Keliling yang menyasar titik-titik tanpa akses internet memadai. Dari total 558 titik layanan yang sudah aktif, 179 titik menyediakan BPJS Keliling, sementara 379 titik lainnya mengandalkan VIOLA.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengatakan inovasi ini lahir dari kebutuhan menjawab keterbatasan infrastruktur di daerah 3T. “Melalui optimalisasi VIOLA dan BPJS Keliling, masyarakat tetap dapat memperoleh layanan administrasi JKN, mengakses informasi, hingga menyampaikan pengaduan meski berada di wilayah dengan akses terbatas,” ujarnya saat peluncuran LANURI (Layanan Ujung Negeri) di Jakarta, Senin (13/7).
Program LANURI tidak berjalan sendiri. Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi, Panel Barus, menilai jaringan Koperasi Desa Merah Putih bisa menjadi titik layanan tambahan karena didukung akses internet. Sementara itu, Kepala Pusat Kesehatan TNI, dr. Hadi Juanda, menyatakan kesiapan TNI memobilisasi tenaga kesehatan ke daerah terpencil dan mengoperasikan kapal rumah sakit untuk pulau-pulau terluar.
Kolaborasi ini diharapkan mempercepat pemerataan akses JKN. Prihati menambahkan, capaian Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi BPJS Kesehatan sudah mencapai 91,53 persen. Program itu mencakup empat inisiatif Customer Centric dan empat program Collaborative, termasuk JKN 3T, layanan P-Care MBG untuk memantau kesehatan siswa penerima Makan Bergizi Gratis, serta pemanfaatan intelligence claim untuk mencegah potensi kecurangan (fraud) dalam sistem pembiayaan.
Data BPJS Kesehatan menunjukkan Puskesmas mendominasi pemanfaatan VIOLA. Layanan informasi dan perubahan data FKTP menjadi yang paling banyak diakses. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan administratif peserta PBI masih menjadi prioritas utama di layanan dasar.
Dengan jaringan yang terus diperluas, BPJS Kesehatan optimistis hambatan geografis terhadap akses kesehatan bisa dikikis. “Kehadiran VIOLA, BPJS Keliling, dan LANURI memastikan seluruh masyarakat Indonesia, termasuk di pelosok negeri, memperoleh pelayanan kesehatan yang cepat, mudah, dan setara,” tutup Prihatin. (OYI)