JAMBI — Sejarah baru terukir di lingkungan Universitas Jambi. Para demisioner pimpinan mahasiswa, mulai dari mantan Ketua Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi (SMPT), Presiden Lembaga Eksekutif Mahasiswa Keluarga Besar Mahasiswa (LEMA-KBM), hingga Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNJA, kini tergabung dalam satu forum bernama Presiden Club UNJA.
Forum ini menjadi rumah besar bagi para mantan pemimpin mahasiswa sejak akhir dekade 1980-an hingga generasi terkini. Pertemuan perdana yang digelar di Huis de Kappara, Telanaipura, Kota Jambi, Rabu malam (8/7/2026), berlangsung penuh keakraban dan menjadi ruang bertukar gagasan antargenerasi.
Salah satu penggagas forum, Toni Suherman, S.H., M.H., yang merupakan Presiden LEMA-KBM UNJA periode 2002–2003, menegaskan bahwa forum ini memiliki visi yang lebih besar dari sekadar pertemuan nostalgia.
"Forum ini bukan sekadar reuni. Kami ingin membangun ruang silaturahmi lintas generasi sekaligus menghimpun pengalaman, jejaring, dan kepakaran yang dimiliki para alumni kepemimpinan mahasiswa agar dapat disalurkan secara lebih terarah untuk mendukung kemajuan Universitas Jambi, Provinsi Jambi, hingga Indonesia," ujar Toni dalam keterangannya.
Menurut Toni, para mantan presiden mahasiswa kini telah berkiprah di berbagai bidang profesi. Mulai dari akademisi, birokrat, praktisi hukum, pengusaha, jurnalis, politisi, hingga sektor swasta. Potensi besar ini dinilai sebagai modal kolektif yang dapat dikolaborasikan untuk memberikan gagasan dan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Kehadiran Presiden Club UNJA juga disambut positif oleh jajaran kepemimpinan mahasiswa yang sedang aktif. Rahmad Dzaki, Presiden BEM UNJA yang saat ini menjabat, menilai forum ini memiliki nilai strategis dalam menjaga kesinambungan nilai-nilai kepemimpinan.
"Kami berharap Presiden Club UNJA dapat menjadi wadah sekaligus patron dalam menjaga kemurnian gerakan mahasiswa yang tetap berlandaskan idealisme, independensi, dan integritas. Forum ini juga diharapkan menjadi ruang berbagi pengalaman, pembelajaran, dan mentoring kepemimpinan bagi Presiden BEM Universitas Jambi yang sedang menjabat maupun generasi penerus," kata Rahmad Dzaki.
Ia menambahkan, pengalaman para senior merupakan aset berharga yang bisa menjadi sumber inspirasi dan referensi dalam menghadapi dinamika organisasi kemahasiswaan di masa kini.
Ke depan, Presiden Club UNJA berkomitmen menyelenggarakan berbagai agenda secara berkelanjutan. Rencana kegiatan meliputi forum kepemimpinan, diskusi isu-isu strategis, program mentoring bagi mahasiswa aktif, penguatan jejaring alumni, hingga program kolaboratif yang memberikan manfaat nyata bagi UNJA dan masyarakat luas.
Forum ini mengusung semangat "Dari UNJA untuk Bangsa, Kepemimpinan yang Menginspirasi Generasi." Dalam pertemuan perdana tersebut, Rektor Universitas Jambi sejatinya turut diundang untuk bersilaturahmi. Namun, karena kondisi kesehatan, Rektor belum dapat memenuhi undangan tersebut.