Kuota SD Sekolah Rakyat di Jambi Baru Terisi Separuh, Orang Tua Masih Ragu Anak Tinggal di Asrama

Penulis: Wan Rizal  •  Kamis, 09 Juli 2026 | 12:10:01 WIB
Kuota pendaftaran SD Sekolah Rakyat di Jambi baru terisi separuh dari target.

JAMBI — Dinas Sosial Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dinsosdukcapil) Provinsi Jambi mencatat minat orang tua terhadap program Sekolah Rakyat masih timpang antarpendidikan. Untuk jenjang SMP dan SMA, pendaftar sudah melampaui kuota 90 siswa. Sebaliknya, jenjang SD justru belum mencapai separuh target.

Orang Tua Belum Siap Lepas Anak ke Asrama

Kepala Dinsosdukcapil Provinsi Jambi, Edy Kusmiran, menduga penyebab utama rendahnya pendaftar SD adalah kekhawatiran orang tua. Program Sekolah Rakyat menerapkan sistem boarding school atau sekolah berasrama, sehingga anak-anak harus tinggal di asrama selama masa pendidikan.

"Untuk tingkat SD, terutama kelas 1, kemungkinan orang tua masih belum yakin karena anak harus tinggal di asrama," kata Edy, Kamis (9/7/2026).

Kondisi ini terjadi baik di Sekolah Rakyat yang berlokasi di Kota Jambi maupun di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Di dua wilayah itu, jumlah pendaftar SD masih sama-sama jauh dari kuota.

Penjangkauan Langsung ke Keluarga Miskin

Penerimaan peserta didik Sekolah Rakyat dilakukan melalui sistem penjangkauan langsung. Sasaran utamanya adalah keluarga yang masuk dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) kategori desil 1 dan 2, yaitu keluarga miskin dan pra-sejahtera.

Seluruh biaya pendidikan, tempat tinggal, hingga kebutuhan siswa ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah. Program ini dirancang sebagai layanan pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Provinsi Jambi.

Sosialisasi Terus Digencarkan

Pemerintah Provinsi Jambi masih terus melakukan sosialisasi dan pendataan agar kuota siswa SD dapat terpenuhi sebelum proses belajar mengajar dimulai. Upaya ini melibatkan jajaran pemerintah daerah hingga tingkat desa dan kelurahan.

"Mungkin itu yang menjadi penyebab kuotanya belum terpenuhi," ujar Edy menambahkan, merujuk pada kekhawatiran orang tua terhadap sistem asrama bagi anak usia SD.

Untuk jenjang SMP dan SMA, jumlah pendaftar justru sudah melebihi kapasitas yang tersedia. Artinya, antusiasme calon siswa tingkat menengah dan atas terhadap program ini tergolong tinggi.

Reporter: Wan Rizal
Sumber: jambiindependent.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top