JAMBI — BNNP Jambi tak hanya mendorong pembangunan fisik pusat rehabilitasi. Lembaga ini juga tengah melakukan pendataan untuk mengukur tingkat kesembuhan masyarakat yang sudah menjalani rehabilitasi. Data itu nantinya menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan efektivitas program pemulihan di daerah.
Menurut Brigjen Pol Asep Saepudin, pusat rehabilitasi yang ideal harus didukung oleh beberapa elemen kunci. Pertama, lokasi yang layak dan kondusif bagi proses penyembuhan. Kedua, tenaga ahli dan sumber daya manusia yang kompeten di bidangnya. Ketiga, sarana dan prasarana yang sesuai dengan standar pelayanan rehabilitasi.
"Kami berharap pusat rehabilitasi nantinya bisa menyembuhkan masyarakat Jambi yang terpapar," kata Asep di Jambi, Rabu.
BNNP Jambi menyebut kelompok usia produktif menjadi sasaran utama peredaran gelap narkotika. Padahal, generasi inilah yang diharapkan menjadi penggerak pembangunan di masa depan. Oleh karena itu, penyelamatan generasi dari ancaman narkotika dinilai sebagai langkah krusial.
"Narkotika sangat berbahaya karena dapat merusak kesehatan dan masyarakat usia produktif biasanya menjadi sasaran utama," ujar Asep.
Menurutnya, upaya ini terkait langsung dengan target Indonesia Emas 2045. Bonus demografi hanya bisa terwujud jika sumber daya manusia di Jambi sehat, cerdas, kuat, produktif, dan berdaya saing global.
Sejalan dengan upaya rehabilitasi, BNNP Jambi juga mengintensifkan program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Sosialisasi dan edukasi dilakukan secara langsung ke pelajar, komunitas, dan kelompok masyarakat.
Tak hanya tatap muka, BNNP Jambi juga memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan informasi soal bahaya narkotika. Strategi ini diambil agar pesan pencegahan bisa menjangkau lebih banyak kalangan, terutama generasi muda yang aktif di dunia digital.
"Kita mengedukasi secara langsung dan media sosial terkait bahaya narkotika," kata Asep.
Brigjen Pol Asep Saepudin mengingatkan bahwa penyalahgunaan narkotika bukan lagi sekadar persoalan nasional. Masalah ini telah berkembang menjadi isu global yang mengancam sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dengan adanya pusat rehabilitasi berstandar, diharapkan angka kesembuhan penyalahguna narkotika di Jambi bisa meningkat. BNNP Jambi pun terus berupaya memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak untuk merealisasikan fasilitas tersebut.