JAMBI — Laga di Stadion MetLife itu menyajikan salah satu drama paling menegangkan di Piala Dunia edisi kali ini. Argentina yang sempat tertinggal 0-2 dan 1-2, akhirnya memastikan kemenangan lewat gol Enzo Fernández di menit ke-88. Messi tak kuasa menahan air mata saat peluit panjang dibunyikan.
Tim asuhan Hossam Hassan datang dengan misi membuktikan diri setelah memenangkan pertandingan Piala Dunia pertama mereka sepanjang sejarah. Mereka langsung tampil percaya diri sejak menit awal.
Yasser Ibrahim membuka keunggulan lewat sundulan keras memanfaatkan sepak pojok Marwan Attia di menit ke-15. Mostafa Ziko menggandakan kedudukan di babak kedua setelah menerima umpan tarik dari Haissem Hassan, membuat Argentina terpojok.
Argentina sebenarnya punya peluang menyamakan kedudukan lebih awal. Namun Messi gagal mengeksekusi penalti setelah tendangannya mampu ditepis kiper Mesir, Mostafa Shobair. Kiper Al Ahly itu tampil gemilang dengan menggagalkan peluang emas Alexis Mac Allister dan Julian Alvarez.
Shobair, putra legenda kiper Mesir Ahmed Shobair, nyaris menuliskan sejarah manis keluarganya. Sang ayah dikenal sebagai dalang di balik lahirnya aturan back-pass setelah aksinya memperlambat waktu saat melawan Republik Irlandia di Piala Dunia 1990.
Tertinggal dua gol, Scaloni melakukan perubahan strategi. Messi mulai turun lebih dalam untuk menjemput bola. Hasilnya, umpan silangnya disambut sundulan Cristian Romero yang memperkecil ketertinggalan di menit ke-79.
Empat menit berselang, Messi menyamakan kedudukan. Bola liar di kotak penalti langsung disambar kaki kirinya. Shobair sempat menyentuh bola, tapi tak cukup kuat menahan tembakan pemain berusia 39 tahun itu. Gol tersebut menjadi gol ke-21 Messi di Piala Dunia, memperpanjang rekornya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa.
Ketika laga sepertinya akan berlanjut ke babak tambahan, Lautaro Martínez yang masuk sebagai pemain pengganti mengirimkan umpan silang mendatar. Enzo Fernández menyundul bola masuk ke gawang Mesir, memastikan kemenangan dramatis Argentina.
Mesir protes keras karena merasa ada pelanggaran dalam proses terjadinya gol. Mohamed Salah, yang tampil sebagai kreator utama Mesir, kehilangan bola di area tengah yang memicu serangan balik kemenangan Argentina. Wasit asal Prancis tetap mengesahkan gol tersebut setelah berkonsultasi dengan VAR.
Kemenangan ini membawa Argentina melaju ke perempat final dan akan menghadapi Australia. Scaloni mengakui timnya harus tampil lebih waspada setelah nyaris tersingkir lebih awal. "Kami belajar dari pertandingan ini. Tidak ada lawan yang mudah di Piala Dunia," ujar Scaloni usai laga.