JAMBI — Pelepasan mahasiswa berlangsung di Lapangan Rektorat Lama, Kampus II Simpang Sungai Duren. Para peserta akan mengabdi selama satu bulan, mulai 6 Juli hingga 5 Agustus 2026, tersebar di 30 desa.
Dalam arahannya, Rektor Kasful Anwar menegaskan bahwa kemampuan mahasiswa berbaur dengan warga menjadi faktor penentu utama pengabdian. Ia meminta peserta segera membangun komunikasi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan pemuda setempat.
"Mahasiswa harus bisa cepat menyesuaikan diri dengan masyarakat. Dengan waktu yang singkat ini, diharapkan mahasiswa mampu mengimplementasikan Tridarma Perguruan Tinggi di tengah masyarakat," tegasnya.
Rektor juga mengingatkan agar setiap mahasiswa menjaga marwah dan nama baik institusi. Ia menilai setiap peserta adalah representasi kampus yang akan dinilai langsung oleh masyarakat. Karena itu, sikap, etika, dan perilaku selama pengabdian harus dijaga.
"Jangan sampai ada berita jelek yang viral mengenai mahasiswa KKN. Kampus Islam itu harus dijunjung di masyarakat. Tunjukkan kemampuan dan jadilah contoh yang baik dengan menjadi pionir di desa-desa tersebut, seperti menjadi imam, khotbah, azan, memimpin yasinan dan tahlilan," pesannya.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Dr. Fridiyanto, M.Pd., melaporkan bahwa peserta KKN terdiri dari 341 mahasiswa yang dibagi ke dalam 30 kelompok. Sebanyak 15 kelompok ditempatkan di Kabupaten Batang Hari, dan 15 kelompok lainnya di Kabupaten Muaro Jambi.
Setiap kelompok berisi 11 hingga 12 mahasiswa dengan komposisi empat laki-laki dan delapan perempuan di setiap posko. Fridiyanto memastikan seluruh posko mahasiswa laki-laki dan perempuan dipisahkan untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan.
Sebanyak 47 mahasiswa membawa sepeda motor menuju lokasi KKN. Seluruh peserta telah melengkapi surat izin dari orang tua sebelum diberangkatkan. Panitia juga telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait di lokasi penempatan.
Kegiatan pelepasan ditutup dengan pelepasan balon sebagai simbol dimulainya pengabdian. Para mahasiswa kemudian diberangkatkan menuju desa-desa di Batang Hari dan Muaro Jambi untuk menjalankan program pengabdian sebagai implementasi Tridarma Perguruan Tinggi.