JAMBI — Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd, membuka secara resmi Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Dosen Pendamping Lapangan KKN Reguler Angkatan ke-53 di Amphiteater Rektorat Lantai 4, Kamis (2/7/2026). Kegiatan ini menjadi tahap krusial setelah sebelumnya mahasiswa peserta KKN mendapatkan pembekalan dua pekan lalu.
Dalam arahannya, Rektor menekankan bahwa dinamika desa saat ini sudah jauh berbeda dari bayangan banyak orang. “Desa tidak lagi seperti yang kita bayangkan dahulu, kini desa sudah semakin modern,” ujar Kasful Anwar di hadapan para dosen.
Menurutnya, perubahan ini menuntut DPL memiliki pemahaman dan kemampuan pendampingan yang lebih baik. Dosen tidak bisa lagi mengandalkan pola lama dalam membimbing mahasiswa di lapangan.
Rektor juga mengingatkan bahwa peran DPL jauh lebih besar dari sekadar mengantar dan menjemput mahasiswa ke lokasi KKN. Ia menyebut tanggung jawab utama dosen adalah membimbing mahasiswa selama menjalankan program pengabdian dan menjaga nama baik kampus di mata masyarakat.
“Tugas utama DPL adalah membimbing mahasiswa selama KKN dan menjaga nama baik UIN, karena mahasiswa adalah wajah UIN di tengah masyarakat selama berada di lapangan. Keberhasilan mahasiswa selama KKN sangat bergantung pada bimbingan dan tanggung jawab DPL,” tegasnya.
Korpus Pengabdian kepada Masyarakat, Mukhlis, yang mewakili Ketua LPPM, melaporkan bahwa KKN Reguler Angkatan ke-53 akan berlangsung dalam dua tahap. Tahap pertama melibatkan 340 mahasiswa, disusul tahap kedua sebanyak 344 mahasiswa.
Total 684 mahasiswa akan ditempatkan di 30 desa, dengan rincian 15 desa di Kabupaten Muaro Jambi dan 15 desa di Kabupaten Batang Hari. Untuk mendukung pelaksanaan program, kampus menugaskan 60 Dosen Pendamping Lapangan yang seluruhnya telah mengikuti diklat sebagai bekal menjalankan tugas pendampingan secara optimal di lapangan.