KOTA JAMBI — Sekretaris Daerah Kabupaten Bungo, Donny Iskandar, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengajukan permohonan izin pembangunan tangki avtur melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Usulan tersebut disampaikan melalui Gubernur Jambi sebagai langkah administratif yang diperlukan.
"Pemkab Bungo mendorong layanan avtur itu. Kita sudah minta izin melalui Kementerian ESDM melalui Gubernur Jambi terkait izin pembangunan," kata Donny di Kota Jambi, Selasa.
Donny menjelaskan, tanpa fasilitas pengisian bahan bakar di bandara, maskapai penerbangan harus menanggung beban operasional lebih tinggi. Pesawat reguler terpaksa mengisi penuh tangki sebelum terbang menuju Muara Bungo, yang membatasi kapasitas angkut penumpang dan kargo.
Padahal, secara hitungan bisnis, Bandara Muara Bungo memiliki potensi pasar yang besar. Bandara ini melayani masyarakat dari tujuh kabupaten dan kota penyangga, termasuk Sarolangun, Merangin, Tebo, Kerinci, Kota Sungai Penuh, serta daerah tetangga seperti Dharmasraya (Sumatera Barat) dan Kuantan Sengingi (Riau).
Fakta bahwa warga dari daerah-daerah tersebut sudah banyak memanfaatkan penerbangan melalui BBU dinilai membuktikan bahwa permintaan transportasi udara di Jambi bagian barat terbuka lebar.
Meski telah diusulkan dan Bupati Bungo sempat melakukan audiensi langsung dengan Menteri ESDM, hingga saat ini belum ada perkembangan signifikan terkait persetujuan pembangunan tangki avtur.
"Sejauh ini belum ada perkembangan, kapan usulan tersebut disetujui oleh pemerintah pusat," ujar Donny.
Ia menambahkan, keberadaan tangki avtur tidak hanya akan menekan biaya operasional maskapai, tetapi juga membuka peluang bagi maskapai lain untuk membuka jalur penerbangan baru. Saat ini, Bandara Muara Bungo sudah mulai dilirik oleh sejumlah maskapai untuk rute tambahan.
Donny berharap, dengan fasilitas yang lebih lengkap, Bandara Muara Bungo bisa menjadi embarkasi antara untuk penerbangan jamaah haji di masa mendatang. Hal ini dinilai realistis mengingat posisi geografis Bungo yang strategis di jalur barat Sumatera.
"Bupati Bungo sudah audiensi ke Menteri ESDM, mudah-mudahan ini bisa ditindaklanjuti, karena pasar di Bungo sangat terbuka, wilayah bisnis sangat tinggi," tutupnya.
Ke depan, jika bandara tersebut memiliki pasokan bahan bakar secara mandiri, diyakini bisnis penerbangan akan berkembang pesat dan memperkuat konektivitas wilayah Jambi bagian barat dengan daerah lain di Sumatera.