Presiden Lee Jae Myung Perintahkan Investigasi Kegagalan Korsel di Piala Dunia 2026 Usai Hong Myung-bo Mundur

Penulis: Zulfahmi Rasyid  •  Senin, 29 Juni 2026 | 18:58:31 WIB
Presiden Lee Jae Myung memerintahkan investigasi menyeluruh atas kegagalan Korea Selatan di Piala Dunia 2026.

JAMBI — Korea Selatan hanya mengoleksi tiga poin dari tiga pertandingan di Grup F. Satu-satunya kemenangan diraih atas Republik Ceko, namun kekalahan dari Meksiko dan Afrika Selatan membuat mereka gagal lolos sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik.

Kekecewaan Berujung Desakan Reformasi Tata Kelola

Lee Jae Myung mengaku tidak sekadar kecewa, melainkan benar-benar bingung dengan hasil yang diraih. Dalam pernyataan di media sosial, ia menyoroti besarnya dana negara yang digelontorkan untuk mendukung partisipasi tim di Piala Dunia.

"Saya tidak hanya terkejut dengan hasil yang tidak terduga ini, tetapi benar-benar bingung. Penyebab kegagalan ini harus diusut secara menyeluruh," tulis Lee.

Presiden juga mempertanyakan proses penunjukan Hong Myung-bo oleh Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) pada 2024. Ia menilai proses tersebut tidak sepenuhnya mengutamakan kompetensi. Lee mendesak pemerintah segera melakukan reformasi tata kelola olahraga agar kegagalan serupa tidak terulang.

Hong Myung-bo Ambil Tanggung Jawab Penuh

Tak lama setelah kepastian tersingkir, Hong Myung-bo mengumumkan pengunduran dirinya. Pelatih berusia 55 tahun itu menyatakan siap memikul seluruh konsekuensi dari hasil buruk timnya.

"Bukan keputusan yang mudah bagi saya. Namun sejak menerima jabatan ini, saya berkomitmen untuk bertanggung jawab hingga akhir. Saya mengambil seluruh tanggung jawab atas hasil yang kami raih," ujar Hong dalam konferensi pers.

Penunjukan Hong pada 2024 memang sempat menuai kontroversi. Banyak pihak menilai KFA kurang transparan dalam proses seleksi pelatih kepala. Kini, kegagalan di Piala Dunia 2026 menjadi pukulan telak bagi sepak bola Korea Selatan yang sebelumnya kerap tampil kompetitif di panggung global.

Nasib KFA dan Masa Depan Taegeuk Warriors

Investigasi yang diminta Presiden Lee diperkirakan akan menyasar kebijakan KFA dalam beberapa tahun terakhir. Mulai dari pembinaan usia muda, pemilihan pelatih, hingga alokasi dana negara.

Korea Selatan sebelumnya selalu lolos dari fase grup sejak Piala Dunia 2010. Kegagalan kali ini menjadi yang terburuk dalam satu dekade terakhir. Publik sepak bola Negeri Ginseng kini menanti langkah konkret pemerintah dan KFA untuk membangun kembali tim.

Reporter: Zulfahmi Rasyid
Sumber: sports.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top