JAMBI — Samsung membekali jajaran ponsel Galaxy terbaru dengan segudang fitur kecerdasan buatan (AI) yang terintegrasi ke berbagai aplikasi bawaan. Namun, tidak semua pengguna merasa perlu mengaktifkan seluruh layanan tersebut sekaligus.
Pabrikan asal Korea Selatan itu pun menyediakan opsi bagi pemilik ponsel untuk mengatur atau mematikan fitur Galaxy AI secara selektif sesuai kebutuhan. Informasi ini dikutip dari situs resmi Samsung, Sabtu (20/6/2026).
Untuk menonaktifkan fitur AI yang tidak diinginkan, langkahnya cukup sederhana. Pengguna bisa masuk ke menu Settings (Pengaturan), lalu pilih menu Galaxy AI.
Di dalam menu tersebut, akan muncul daftar layanan atau fitur AI yang tersedia. Pilih fitur yang ingin dimatikan, lalu geser tombol toggle ke posisi Off. Langkah yang sama bisa diulangi untuk fitur AI lainnya.
Bagi pengguna yang lebih mementingkan privasi data, Samsung juga menyediakan opsi pemrosesan di perangkat (on-device processing). Caranya, buka Settings > Galaxy AI, lalu gulir ke bagian bawah halaman dan aktifkan opsi tersebut.
Dengan pengaturan ini, data AI akan diproses langsung di perangkat tanpa dikirim ke server cloud. Konsekuensinya, beberapa fitur AI yang memerlukan koneksi internet mungkin tidak bisa berjalan optimal.
Selain mengatur Galaxy AI, pengguna juga bisa mengganti asisten virtual bawaan. Bixby bisa diganti dengan Google Assistant melalui menu Settings > Apps > Default Apps > Digital Assistant App, lalu pilih Google sebagai asisten digital utama.
Setelah pengaturan diterapkan, semua perintah suara akan dijalankan melalui Google Assistant. Dengan begitu, pengguna memiliki kendali lebih besar terhadap fitur AI yang aktif di perangkat Samsung Galaxy.