JAMBI — Aktivitas di Pelabuhan Muara Sabak terus meningkat. Bersamaan dengan itu, potensi sengketa hukum pun ikut membesar. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pelindo Regional 2 Jambi dan Kejari Tanjab Timur sepakat menjalin kerja sama resmi.
Kesepakatan ini mencakup pendampingan hukum, pemberian pertimbangan hukum, hingga tindakan hukum lain yang diperlukan. Tujuannya jelas: menjaga aset negara yang dikelola di kawasan pelabuhan dan meminimalkan risiko hukum di masa depan.
General Manager Pelindo Regional 2 Jambi, Febrianto Zenny Sulistyo Hari Murti, mengakui bahwa perkembangan usaha di Pelabuhan Muara Sabak membawa tantangan baru. “Terdapat berbagai tantangan dan potensi permasalahan hukum yang perlu diantisipasi,” ujarnya.
Menurut Febrianto, dukungan dari Kejari Tanjab Timur membuat setiap kebijakan dan kegiatan operasional perusahaan bisa dijalankan dengan dasar hukum yang kuat. “Kami memperoleh dukungan dan pendampingan hukum sehingga setiap kebijakan dan kegiatan operasional perusahaan dapat berjalan sesuai prinsip kepastian hukum, akuntabilitas, dan Good Corporate Governance,” tambahnya.
Keberadaan Jaksa Pengacara Negara dari Kejari dinilai menjadi nilai tambah dalam mitigasi risiko. Terutama untuk mengoptimalkan pengelolaan aset negara yang berada di lingkungan pelabuhan.
Kepala Kejaksaan Negeri Tanjung Jabung Timur, Anto Widi Nugroho, menyambut baik kerja sama ini. Ia menegaskan bahwa institusinya memiliki kewenangan di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara untuk membantu BUMN.
“Kesepakatan bersama ini merupakan bentuk komitmen kami untuk mendukung Pelindo dalam menghadapi berbagai persoalan hukum yang mungkin timbul,” kata Anto. Ia berharap sinergi ini bisa menciptakan tata kelola yang baik di sektor kepelabuhanan.
Kolaborasi ini juga bersifat preventif. Konsultasi dan koordinasi dilakukan secara berkelanjutan agar persoalan hukum tidak muncul di kemudian hari.
Penandatanganan kesepakatan turut disaksikan oleh Executive Director 2 PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2, Budi Prasetio, jajaran manajemen Pelindo Regional 2 Jambi, serta para pejabat Kejaksaan Negeri Tanjung Jabung Timur.
Lewat kerja sama ini, Pelindo dan Kejari berharap komunikasi dan koordinasi semakin erat. Dampaknya diharapkan langsung terasa pada kelancaran operasional pelabuhan, keamanan aset negara, dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tanjung Jabung Timur serta Provinsi Jambi secara keseluruhan.