JAMBI — Langkah Hj. Ernawati menuju panti asuhan di kawasan Kota Jambi itu terasa berbeda. Mengenakan setelan dan kerudung merah, ia datang bersama Sekretaris ISMI Jambi Dr. Fahmi Rasid dan Humas Muawwin, S.Pd., M.M. Rombongan disambut pimpinan panti, Asnawi, serta para santri dan pengasuh.
Di hadapan anak-anak panti, Ernawati membuka lembaran lama. Ia bercerita pernah bekerja di panti tersebut, mengurus dan mendidik anak-anak asuh dari hari ke hari sebelum akhirnya sukses menjadi PNS.
“Saya punya kenangan di tempat ini. Dulu sebelum menjadi PNS, saya pernah bekerja di sini. Saya mengurus anak-anak panti, bermain bersama mereka, dan memahami betul bagaimana kehidupan di panti,” tutur Ernawati penuh nostalgia.
Ia berpesan agar anak-anak tidak pernah merasa rendah diri. “Tetap gigih mengejar cita-cita besar meski di tengah keterbatasan,” ujarnya.
Pimpinan panti, Asnawi, mengungkapkan bahwa Panti Asuhan Kesejahteraan Anak Jambi memiliki nilai historis kuat bagi Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah. Lembaga ini merupakan salah satu panti tertua di provinsi tersebut.
Berdiri sejak 1962, pendirian panti ini tidak lepas dari peran istri Gubernur Jambi pertama, Yusuf Singadekane. “Kami berharap dukungan moral dan material terus mengalir dari tokoh masyarakat, organisasi, hingga pemerintah daerah demi fasilitas pendidikan anak-anak,” kata Asnawi.
Kunjungan diakhiri dengan penyerahan bantuan simbolis berupa beras, perlengkapan harian, dan alat tulis untuk menunjang aktivitas sekolah para santri. Pelantikan resmi Pengurus Wilayah ISMI Jambi sendiri dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 19 Juni 2026.
Sekretaris ISMI Jambi, Dr. Fahmi Rasid, menegaskan bahwa gerakan sarjana Melayu tidak boleh hidup dalam ruang formalitas dan seminar semata. “ISMI Jambi ingin hadir sebagai rumah gagasan sekaligus rumah kepedulian. Sarjana Melayu harus punya ilmu, adab, dan empati sosial,” pungkas Fahmi, diamini Humas ISMI Jambi, Muawwin.