JAKARTA — IHSG langsung terperosok ke zona negatif pada pembukaan perdagangan Kamis (17/4/2025). Indeks utama bursa Tanah Air itu kehilangan 28,85 poin dan bertengger di level 6.191,89.
Pelemahan ini juga menyeret kelompok saham unggulan. Indeks LQ45 yang berisi 45 saham dengan likuiditas tinggi tercatat turun 5,28 poin atau 0,84 persen ke posisi 619,95.
Pergerakan IHSG pagi ini mencerminkan sikap wait and see pelaku pasar. Sentimen global masih menjadi faktor dominan, terutama kekhawatiran terhadap suku bunga acuan Amerika Serikat yang belum menunjukkan tanda-tanda pelonggaran dalam waktu dekat.
Investor asing pun tercatat masih melakukan aksi jual bersih di pasar reguler sejak awal sesi. Tekanan jual terlihat menyebar di sektor perbankan dan infrastruktur yang menjadi penopang utama indeks.
Analis mencatat level support IHSG saat ini berada di kisaran 6.150. Jika bertahan di atas level tersebut, indeks berpeluang melakukan technical rebound. Sebaliknya, level resistance terdekat ada di 6.250.
Para pelaku pasar disarankan mencermati pergerakan nilai tukar rupiah dan data inflasi domestik yang akan dirilis pekan depan. Kedua faktor ini dinilai bisa menjadi katalis penggerak IHSG ke depan.
Tekanan jual diperkirakan masih akan berlanjut hingga akhir sesi pertama, kecuali ada sentimen positif baru yang muncul. Namun, peluang rebound teknikal tetap terbuka jika indeks berhasil menyentuh area support psikologis 6.150.
Data perdagangan hingga pukul 09.15 WIB menunjukkan volume transaksi masih tergolong rendah, mengindikasikan banyak investor memilih menunggu kejelasan arah pasar.