JAKARTA — Kabar gembira dari Timur Tengah langsung mendorong IHSG terbang lebih dari 5 persen dalam sehari. Research Analyst Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajnawi mengatakan pasar merespons positif pengumuman gencatan senjata antara AS dan Iran yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz.
"Semua bursa saham global mengalami penguatan signifikan. Dari global ada sentimen positif melalui pengumuman gencatan dan pembukaan Selat Hormuz, pasar Asia semua rally," ujar Arjun saat dihubungi Antara di Jakarta, Senin.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan bahwa AS dan Iran telah mencapai kesepakatan damai. Penandatanganan resmi dijadwalkan pada 19 Juni 2026 di Swiss.
Isi kesepakatan mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, pencabutan blokade angkatan laut AS terhadap Iran, dan pelepasan aset Iran senilai 25 miliar dolar AS yang dibekukan. Iran juga berkomitmen untuk tidak mengembangkan senjata nuklir selama negosiasi final berlangsung.
Menurut Arjun, investor mulai mengalokasikan dananya ke aset berisiko (risk asset) seperti pasar saham, termasuk di negara emerging market seperti Indonesia. "Alasannya pasar naik itu gara-gara ini (AS-Iran), jadi jelas investor masuk ke saham karena saham naik hari ini," jelasnya.
Data penutupan sesi I Senin mencatat frekuensi perdagangan sebanyak 1.928.752 kali transaksi dengan total volume 33,25 miliar lembar saham senilai Rp17,20 triliun. Sebanyak 660 saham naik, 86 saham turun, dan 70 saham stagnan.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sektor barang baku memimpin penguatan dengan kenaikan 9,67 persen. Disusul sektor energi yang naik 5,73 persen dan sektor industri yang menguat 5,67 persen.
Saham-saham dengan penguatan terbesar antara lain MGNA, BUKK, ATAP, DATA, dan JSPT. Sementara itu, saham yang melemah adalah AMFG, FLMC, VICI, PUDP, dan SRAJ.
Kesepakatan damai AS-Iran juga mendorong indeks bursa Asia lainnya. Indeks Nikkei melesat 5,15 persen ke 69.423,00, Shanghai menguat 0,98 persen ke 4.070,92, Hang Seng naik 0,58 persen ke 24.860,00, dan Strait Times bertambah 1,03 persen ke 5.077,34.
Dari dalam negeri, investor masih menantikan hasil Global Market Accessibility Review dari MSCI dan rebalancing indeks FTSE pada Jumat (19/6). Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada Kamis (18/6) juga diperkirakan akan menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen.